Peristiwa

Gempur: Kekerasan Seksual Masih Sering Terjadi

Hari Perempuan Internasional diperingati oleh Aliansi Gerakan Perempuan Bersama Rakyat (Gempur) di depan Universitas Muhammadiyah Malang.

Malang(beritajatim.com) – Hari Perempuan Internasional diperingati oleh Aliansi Gerakan Perempuan Bersama Rakyat (Gempur) di depan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Puluhan mahasiswa ini melakukan longmarch dari UMM hingga pertigaan Terminal Landungsari, Malang.

Juru Bicara Gempur, Fitria Siska mengatakan, kasus pelecehan dan kekerasan seksual kepada perempuan masih kerap terjadi di Indonesia. Kekerasan terhadap perempuan tidak hanya dalam aspek fisik, namun juga dalam aspek verbal, seksual, psikis serta ekonomi.

“Berdasarkan Catatan Tahun 2019 oleh Komnas Perempuan RI. Tercatat kekerasan terhadap perempuan di ranah publik sebanyak 3.915 kasus, di mana kasus kekerasan seksual menempati posisi pertama dengan 2.521 kasus. Budaya patriarki itu harus segera dihapuskan. Sebab, budaya itu selalu menganggap perempuan sebagai objek dan orang kedua,” kata Fitria, Senin, (9/3/2020).

Fitria mengatakan, demonstran menuntut DPR RI segera mengesahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual. Sebab, meski sudah diatur dalam Undang-undang KDRT. Nyatanya masih banyak kekerasan yang diterima oleh kalangan perempuan, baik di ranah privat, publik bahkan di ranah negara.

“Kami melakukan aksi di depan UMM ini agar kasus serupa tidak menimpa kampus kami dan juga menyadarkan masyarakat agar ramah gender. Serta kami melawan pelecehan seksual dan kekerasan berbasis gender di lingkungan masyarakat, pendidikan, pekerjaan serta wujudkan akses pemulihan komprehensif bagi korban,” tandasnya. (luc/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar