Peristiwa

Eks Pengsungsi Syiah Diusulkan Dapatkan Rumah Bersubsidi

Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sampang. (dok)

Sampang (beritajatim.com) – Setelah menjalani proses ikrar dari Syiah kembali ke Ahlussunah Wal jamaah atau Sunni, ratusan eks pengungsi pengikut Tajul Muluk sampai saat ini masih berada di Rusun Jemundo, Sidoarjo.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sampang, Yuliadi Setiawan menjelaskan, atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Bakesbangpol telah mengirim surat kepada Gubernur Jawa Timur, memikirkan terkait kelangsungan kehidupan para pengungsi selanjutnya. Termasuk bagaimana memikirkan tentang lapangan pekerjaan dan tempat tinggal para eks pengungsi tersebut.

“Kepala Bakesbangpol Jawa Timur Bapak Jonathan Judianto sepakat unruk membahas beberapa usulan kelangsungan kehidupan warga Sampang yang berada di Jemundo Sidoarjo,” kata Sekda Kabupaten Sampang.

Pria yang akrab disapa Wawan ini menambahkan, usulan yang dimaksud yaitu tentang lapangan pekerjaan dan tempat tinggal para eks pengungsi.

“Semisal melalui program pemerintah yaitu perumahan rakyat. Jadi bisa diusulkan para eks pengungsi ini mendapatkan rumah subsidi dengan bunga nol persen,” imbuhnya.

Ketika ditanya apahak ada upaya untuk memulangkan para warga di Jemundo ke kampung halamanya di Kecamatan Omben dan Kecamatan Karang Penang. Wawan dengan tegas mengatakan bahwa Pemkab tidak ada upaya meminta maupun memaksa warga yang ada di Jemundo untuk pulang.

“Pemkab sifatnya hanya memfasilitas, untuk kembali ke kampung halamanya biarkan berjalan secara alamiah,” tandasnya.

Sekadar diketahui, sebelum melaksanakan ikrar kembali ke aliran Sunni, para warga pengikut aliran Syiah pimpinan Tajul Muluk tersebut telah menempati pengungsian di Rumah Susun (Rusun) Jemundo, Sidoarjo, semenjak 2012 lalu atau selama 9 tahun. [sar/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar