Peristiwa

Ditinggal ke Dapur, Balita 2 Tahun di Ponorogo Meninggal Kesetrum

Ponorogo (beritajatim.com) – Tangis penyesalan harus diterima oleh Martini (39), seorang ibu di Ponorogo yang kehilangan anak balitanya karena tersengat aliran listrik. Sehingga membuat balita berusian 2 tahun 4 bulan itu meninggal dunia.

Peristiwa naas itu tepatnya terjadi di Desa Bancar Kecamatan Bungkal Kabupaten Ponorogo. Korban balita berjenis kelamin laki-laki itu berinisial AFA. Kronologis kejadiannya berawal saat korban sedang bermain sendirian di halaman rumahnya. AFA ditinggal ibunya ke dapur untuk mengambil makanan. Si ibu berniat akan menyuapi korban. Nah, saat berada di dapur itulah, sang ibu mendengar teriakan korban. “Mendengar teriakan korban, si ibu langsung keluar untuk mengecek korban,” kata Kapolsek Bungkal AKP Joko Suseno, Jumat (9/7/2021).

Saat sudah di luar rumah, ibu menghampiri anaknya yang dekat pompa iar yangbsedang menyala. Diketahui, ternyata korban sengat aliran listrik. Cepat-cepat ibunya langsung mencabut aliran listrik pompa air tersebut. “Jadi ada bagian kabel pompa listrik itu yang terkelupas, nah itu yang membuat korban kesetrum,” ungkap Joko Suseno.

Ibu korban berteriak memanggil keluarga korban lainnya. Dengan diantar oleh Manto (paman korban), korban dibawa oleh ibunya ke Puskesmas Bungkal. Sebab, menurut ibunya usai kesetrum itu, korban masih dalam keadaan hidup. Setelah mendapatkan perawatan sekitar setengah jam, pihak medis menyatakan korban tidak tertolong, akhirnya meninggal dunia. “Jadi korban sempat mendapatkan perawatan di Puskesmas Bungkal, namun akhirnya meninggal dunia saat proses pertolongan medis tersebut,” katanya.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), korban dinyatakan meninggal karena kesetrum. Sebab, ada bekas sengatan aliran listrik di jari tengah pada tangan kiri korban dan mengelupas. Selain itu di pompa air itu, juga ada kabel yang mengelupas. Atas kejadian ini, Joko Suseno menghimbau bagi orang tua yang mempunyai anak usia balita harus berhati-hati dalam mengawasinya. Supaya kejadian naas seperti ini tidak terjadi lagi. “Kami menghimbau kepada orang tua yang mempunyai anak usia balita harus hati-hati. Jangan sampai lengah dalam pengawasan,” pungkasnya. (end/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar