Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Ditagih Retribusi Rp2 Miliar, Karyawan Senkuko Geruduk Kejari Kota Pasuruan

Pasuruan (beritajatim.com) – Puluhan pegawai minimarket Senkuko menggelar unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Negeri Kota Pasuruan pada Senin (23/05/2022). Mereka memprotes tagihan retribusi mencapai Rp2 miliar yang diminta Kejari Kota Pasuruan.

Pantauan beritajati.com, sekitar pukul 09.40 WIB puluhan pendemo ini datang dengan mengendarai sepeda motor. Pendemo yang didominasi oleh wanita ini membawa sejumlah spanduk demo besar bernada protes.

Kuasa hukum Koperasi Pedagang Pasar Kebonagung Jaya yang menaungi Senkuko, Julian Jaya, meminta penjelasan mengapa Kejaksaan yang menagih retribusi. Sementara menurutnya, Pemerintah Kota Pasuruan tidak pernah melayangkan tagihan retribusi kepada pengelola Senkuko.

“Kami ini orang awam nggak tahu hukum kalau ada kewajiban retribusi. Yang kami tanyakan kenapa kejaksaan yang meminta retribusi pada kami, bukan Pemkot,” ujar Julian.

Julian menambahkan jika tagihan sebesar Rp2 Miliar tersebut ditagihkan untuk membayar retribusi gedung Senkuko selama 13 tahun. Ia mengungkapkan jika pihak pengelola Senkuko hanya mau membayar retribusi asalkan Pemerintah Kota Pasuruan yang menagihnya.

“Setelah ini ya menunggu, kalau tidak ada tagihan ya tidak akan bayar retribusinya. Berarti kan kejaksaan harus meminta pemerintah kota. Kami mau bayar bagaimana kalau gak ada tagihan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasie Intel Kejari Kota Pasuruan, Wahyu Susanto menjelaskan jika tagihan 2 Miliar itu merupakan hasil perhitungan kerugian negara. Hal ini merupakan dugaan penyimpangan perjanjian sewa aset gedung Pemkot Pasuruan yang kini jadi minimarket Senkuko.

“Tagihan Rp 2 Milyar itu hasil proses hukum proses penyelidikan aparat penegak hukum kejaksaan, jadi itu kewenangan kami,” ucap Wahyu. (ada/beq)


Apa Reaksi Anda?

Komentar