Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Demo DPRD Jombang, Mahasiswa Tolak 3 Kebijakan Penyengsara Rakyat

Mahasiswa yang tergabung dalam IKABEMJO saat unjuk rasa di depan kantor DPRD Jombang, Senin (11/4/2022)

Jombang (beritajatim.com) – Sekitar 30 mahasiswa yang tergabung dalam IKABEMJO (Ikatan Badan Eksekutif Mahasiswa Jombang) menggelar unjuk rasa di kantor DPRD Jombang, Senin (11//4/2022). Mereka mengusung tiga tuntutan.

Pertama, mahasiswa menolak penundaan pemilu, kemudian menolak kenaikan PPN (pajak pertambahan nilai), serta menolak kenaikan harga BBM (bahan bakar minyak). Mahasiswa menilai, tiga kebijakan tersebut menyengsarakan rakyat. Untuk itu, harus dicabut.

Demonstrasi mahasiswa ini diawali dari titik nol Jombang atau Bundaran Ringin Contong. Para aktivis IKABEMJO kemudian melakukan longmarch menuju kantor DPRD yang berjarak sekitar 1 kilometer. Sepanjang perjalanan, mereka membentangkan spanduk tuntutan serta meneriakkan yel-yel penyemangat.

Sesampai di gedung dewan, puluhan polisi sudah menghadang. Pagar kantor DPRD juga tertutup. Sehingga mahasiswa melakukan orasi di depan gedung wakil rakyat tersebut secara bergantian. Mereka menghujat kebijakan yang tidak pro rakyat tersebut.

“Kenaikan BBM sangat memberatkan rakyat. Harga BBM jenis Pertamax naik dari harga Rp 9.000 per liter menjadi Rp 12.500 per liter. Kenaikan PPN sudah disyahkan pada 1 April kemarin. Ini harus dibatalkan,”
M Syahrozi, korlap aksi.

Ketua DPRD Jombang Masud Zuremi saat menemui pendemo

Syahrozi mengakui bahwa wacana penundaan pemilu sudah mendapat respon dari Presiden Jokowi. Sayangnya, wacana tersebut terus berlanjut. Bahkan mereka memainkan atas nama partai politik. Kalau parpol setuju, makan kebijakan itu berlanjut. “Makanya kami hari ini bergerak,” ujarnya.

Demonstrasi mahasiswa ini ditemuui oleh Ketua DPRD Jombang Masud Zuremi. Dari ruangannya, Masud berjalan ke depan kantor dewan untuk menemui pendemo. Di depan mahasiswa, Masud mengatakan bahwa dirinya sepakat dengan tuntutan yang diusung mahasiswa.

“Oleh sebab itu, tuntutan tersebut akan disampaikan ke pusat secara berjenjang. Kami ini perwakilan di kabupaten. Makanya tunutan ini kita sampaian ke jenjang di atasnya, hingga berlanjut ke pusat. Kami sepakat dengan tuntutan yang disampaikan mahasiswa,” kata Masud. [suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar