Peristiwa

Enam Desa, 12 Dusun

Data Lengkap dan Terbaru Perkembangan Banjir di Jombang

Syamsul Huda bersama keluarganya menurunkan barang-barangnya dari rakit pisang saat mengungsi, Jumat (5/2/2021). [Foto/Yusuf Wibisono]

Jombang (beritajatim.com) – Ada yang surut, ada yang masih tergenang. Ada yang mengungsi, ada juga yang sudah pulang. Begitulah perkembangan terakhir banjir yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Jombang, Senin (8/2/2021). Di kecamatan ini ada enam desa yang diterjang banjir. Dari enam desa tersebut, terdapat 12 dusun yang dihantam air bah.

Berdasarkan data dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Jombang, di Desa Gondangmanis yang sebelumnya ada empat dusun (Dusun Gondangmanis, Manisrenggo, Prayungan, dan Kandangan) terendam. Namun kini hanya satu yang masih dilanda banjir, yakni Dusun Prayungan. Ketinggian air di Prayungan antara 60 hingga 80 centimeter (tren surut).

Sedangkan di tiga dusun lainnya (Gondangmnais, Kandangan, Manisrenggo), air sudah surut. Bahkan di tiga dusun tersebut tida ada genangan. “Data terakhir atau Minggu malam, tiga dusun di Desa Gondangmanis sudah surut,” kata kata Supervisor Pusdalops BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Jombang Stevie Maria.

Kemudian Desa Banjarsari, Kecamatan Bandar Kedungmulyo. Di desa ini ada satu dusun yang diterjang banjir, yakni Dusun Gisikan. Namun demikian, air bah berangsur surut di dusun yang berpenduduk 716 jiwa ini. Ketinggian banjir 10 sampai 20 centimeter dengan tren surut.

Sementara itu di Desa Brangkal terdapat dua dusun (Dusun Brangkal dan Proko) yang terkena banjir. Saat ini ketinggian air antara 50 sampai 60 centimeter dengan tren surut. Dusun Brangkal dihuni 353 jiwa, sedangkan Proko sebanyak 300 jiwa.

Deretan tenda darurat di sepanjang tanggul Sungai Brantas yang digunakan tidur pengungsi, Minggu (7/2/2021). [Foto/Yusuf Wibisono]
Bagaimana dengan Desa Pucangsimo? Hanya satu dusun di Desa Pucangsimo yang kebanjiran, yakni Dusun Simo. Ketingggian air di dusun berpenghuni 3500 jiwa ini antara 20 sampai 40 centimeter dengan tren surut.

Jika beberapa desa mulai surut, tidak demikian dengan Desa/Kecamatan Bandar Kedungmulyo. Ada tiga dusun di Desa Bandar Kedungmulyo yang diterjang banjir. Masing-masing Dusun Bandar Kedungmulyo yang dihuni 1770 jiwa. Ketinggian banjir di dusun ini masih stabil, antara 70 – 80 centimeter.

Kondisi serupa juga terjadi di Dusun Kedunggabus. Di dusun tersebut ketinggian air juga belum menapakkan tren surut, yakni masih 70 – 80 centimeter. Dusun Kedunggabus dihuni 1500 jiwa. Semuanya mengungsi.

“Hanya ada satu dusun di Desa Bandar Kedungmulyo yang airnya sudah surut. Yaitu Dusun Kedungasem. Bahkan tida terjadi genangan di dusun yang berpenduduk 750 jiwa ini. Perkembangan ini perkembangan terakhir atau Minggu malam,” kata Pepi, panggilan akrab Stevie Maria.

Terakhir adalah Desa Brodot. Di desa ini ada satu dusun yang terkena banjir, yakni Dusun Delik. Ketingggian banjir di dusun yang berpenghuni 675 jiwa tersebut juga masih stabil. Ketinggiannya antara 25 sampai 40 centimeter.

Rumah warga Desa/Kecamatan Bandar Kedungmulyo yang terendam bajir, Sabtu (6/2/2021)

Seperti diberitakan, banjir yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Bandar Kedungmulyo disebabkan beberapa titik tanggul jebol. Diantaranya, tanggul Sungai Avur di Desa/Kecamatan Bandar Kedungmulyo jebol di dua titik. Yakni di Dusun Plosorejo dengan lebar kurang lebih 20 meter. Tanggul tersebut jebol pada Kamis (4/2/2021) sekitar jam tiga dini hari.

Kemudian di Dusun Kedunggabus. Tanggul yang jebol di dusun tersebut sepanjang 10 meter. Sementara di Desa Gondangmanis tanggul jebol seluas 20 meter. Tepatnya di Dusun Prayungan. Lagi-lagi, air tersebut masuk area persawahan.

Juga di Desa Brangkal, tanggul Sungai Avur jebol di dua titik. Masing-masing sepanjang 10 dan 7 meter. Jebolnya tanggul ini sekitar pukul setengah enam pagi. Pada Sabtu (6/2/2021), banjir di Dusun Manisrenggo, Gondangmanis mulai surut.

Namun muncul lagi banjir baru di dua desa lainnya. Yakni Desa Pucangsimo dan Desa/Kecamatan Bandar Kedungmulyo. Banjir di Bandar Kedungmulyo ini cukup parah. Ketinggian air mencapai 2 meter. Ribuan warga meninggalkan rumah untuk mengungsi. [suf]

Data Lengkap Perkembangan Banjir Bandar Kedungmulyo*
– Enam Desa, 12 Dusun

I Desa Gondangmanis

1. Dsn. Gondangmanis; Jumlah 459 KK, jumlah penduduk 1623. Surut (tak ada genangan)
2. Dsn. Manisrenggo; Jumlah 341 KK, jumlah penduduk 1094 jiwa. Surut (tak ada genangan)
3. Dsn. Kandangan; Jumlah 331 KK, jumlah penduduk 998 jiwa. Surut (tak ada genangan)
4. Dsn. Prayungan Jumlah; jumlah 272 KK, jumlah penduduk 749 jiwa. Ketinggian air 60-80 cm tren surut

II. Desa Banjarsari

1. Dsn. Gisikan; Jumlah 225 KK, jumlah penduduk 716 jiwa. Ketinggian air 10- 20 cm tren surut

III. Desa Brangkal

1. Dsn. Brangkal; Jumlah 105 KK, jumlah penduduk 353 jiwa. Ketinggian air 50 cm tren surut2. Dsn. Proko; Jumlah 120 KK, jumlah penduduk 300 jiwa. Ketinggian air 50- 70 cm tren surut

IV. Desa Pucangsimo
1. Dsn. Simo; Jumlah 1000 KK, jumlah penduduk 3500 jiwa.  Ketinggian air 20 – 40 cm tren surut

V. Desa Bandarkedungmulyo

1. Dsn. Bandarkedungmulyo; Jumlah 500 KK, jumlah penduduk 1700 jiwa. Ketinggian air 70 – 80 cm tren stabil

2. Dsn. Kedunggabus:
Jumlah 500 KK, jumlah penduduk 1500 jiwa. Ketinggian air 70 – 80 cm tren stabil

3. Dsn. Kedungasem; Jumlah 250 KK, jumlah penduduk 750 jiwa. Surut (tidak ada genangan)

VI. Desa Brodot

1. Dsn. Delik:  Jumlah 300 KK, jumlah penduduk 675 jiwa. Ketinggian air 25 – 40 cm tren stabil.

* Sumber BPBD Jombang



Apa Reaksi Anda?

Komentar