Peristiwa

Cabai Dicat di Banyuwangi, Suryati: Cucu Saya Dibawa Polisi

Banyuwangi (beritajatim.com) – Suryati warga Desa Karetan, Kecamatan Purwoharjo, pembeli cabai rawit yang diduga dicat mengaku pasca viralnya video di sosial media, cucunya justru dibawa polisi. Mereka datang ada empat orang yang mengaku dari anggota Polresta Banyuwangi.

“Iya kemarin malam ke sini, sekitar Jam 11 diajak oleh orang yang mengaku polisi. Ada empat orang begitu,”

“Awalnya nggak percaya kalau mereka dari Polisi. Cucu saya juga memaksa identitas mereka. Setelah yakin akhirnya dia mau,” katanya, Senin (22/3/2021).

Tidak hanya cucunya bernama Agung Prasetyo Hadi, tapi juga sang istri ikut dibawa juga. “Ya mereka datang itu tanya soal video di facebook itu. Kemudian ditunjukkan sisa lombok dan wajannya. Kemudian mereka memeriksa dapur. Ya barang buktinya dibawa juga,” Imbuh nenek 73 tahun itu.

Terhitung sejak Sabtu (20/3/2021) malam dua orang anggota keluarganya itu belum pulang. Keluarga di rumah sempat khawatir karena mereka takut keduanya mendapat perlakuan tidak baik.

“Ya sudah kasih kabar kalau masih di sana. Aku ini khawatir kalau ada apa-apa. Cucu saya tidak salah, kenapa dibawa polisi?,” ungkapnya.

Sementara itu Novi Hanifa cucu Suryati lainnya menyebut, barang bukti sisa cabai rawit memang sudah disimpan oleh saudaranya itu. Hal itu dilakukan untuk jaga-jaga jika ada yang mempermasalahkan soal unggahannya itu.

“Selesai itu, sama mas Agung langsung dimasukkan ke kulkas lalu digembok kulkasnya. Soale Mas itu khawatir nanti terjadi apa-apa di belakang,” pungkasnya.

Sebelumnya, cabai rawit diduga diberi pewarna atau dicat viral melalui unggahan video di sosial media. Dalam video tersebut menyebutkan adanya kejadian cabai digoreng warnanya tiba-tiba berubah menjadi oranye. (rin/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar