Peristiwa

Buka Bersama Pengungsi Gempa di Malang, Makanan Kiriman Dapur Umum

Warga buka bersama di dapur umum PMI Kabupaten Malang.

Malang (beritajatim.com) – Warga Desa Majang Tengah, Dampit korban gempa bumi bermagnitudo 6,1 di Barat Daya Malang melakukan buka puasa pertama di posko pengungsian. Mereka mengandalkan kiriman makanan siap santap atau nasi bungkus dari dapur umum swadaya dan PMI Kabupaten Malang.

Seketaris PMI Kabupaten Malang, Aprilijianto mengatakan, untuk hari pertama buka puasa PMI mendistribusikan 3.700 lebih nasi bungkus ke warga desa. Mereka tidak ingin warga yang menunaikan ibadah puasa terlambat menyantap menu buka bersama.

“Untuk mencukupi makan pengungsi di bulan puasa kita buat secukupnya. Hari ini kita mampu membuat 3.700 makanan bungkus untuk buka puasa. Nanti akan terus kita tingkatkan demi memenuhi kebutuhan masyarakat. Jangan sampai warga yang terkena musibah gempa ini tidak dapat bantuan,” kata Aprilijianto, Selasa (13/4/2021).

Aprilijianto mengatakan, kapasitas produksi dapur umum PMI sebenarnya hanya 2 ribu porsi. Tetapi karena kebutuhannya cukup banyak jumlah produksi di tingkatkan. Untuk sementara mereka fokus pada penyediaan makanan siap santap belum pada penyaluran kebutuhan pokok.

“Kapasitas dapur umum sekali masak 2 ribu porsi tapi kita berusaha memenuhi kebutuhan kita tingkatkan produksinya. PMI sementara konsentrasi untuk dapur umum artinya makanan jadi. Penyaluran kebutuhan pokok belum sampai ke sana,” ujar Aprilijianto.

Salah satu warga terdampak gempa di Tri Anggono senang mendapat kiriman nasi bungkus dari PMI Kabupaten Malang. Apalagi di tengah kondisi rumahnya hancur akibat gempa. Istri yang biasa menyiapkan menu buka puasa maupun sahur tidak bisa memasak.

“Ya saya bersyukur karena kan di rumah istri saya tidak bisa masak. Karena rumah hancur, dapur rusak dan alat-alat rumah rusak,” tandas Tri. [luc/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar