Peristiwa

Begini Keunikan Upacara 17 Agustus di Kampung Semboja Kepanjen

Dengan penuh khidmat, ratusan warga Jalan Semboja, Kelurahan Cepokomulyo, Kepanjen yang menjadi peserta upacara, memberikan penghormatan pada sang saka Merah Putih yang berkibar, Sabtu (17/8/2019) pagi.

Malang (beritajatim.com) – Detik detik Upacara Proklamasi Kemerdekaan RI Ke-74 diperingati secara khidmat seluruh warga RT 23/RW 03 Jalan Semboja, Kelurahan Cepokomulyo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Sabtu (17/8/2019) pagi.

Dengan penuh khidmat, ratusan warga yang menjadi peserta upacara, memberikan penghormatan pada sang saka Merah Putih yang berkibar. Tak mau kalah dengan upacara resmi kenegaraan, langkah tegap pengibar bendera dan pembacaan teks Proklamasi pun berjalan sempurna.

Yang unik, seluruh peserta, petugas dan inspektur upacara, bebas menggunakan pakaian adat yang mencerminkan Kebhinekaan Tunggal Eka.

“Kami ingin menanamkan rasa nasionalisme yang tinggi pada seluruh masyarakat. Khususnya, generasi muda bangsa Indonesia. Karena dengan kecanggihan teknologi saat ini, generasi milenial mulai mengalami degradasi terhadap persatuan dan kesatuan bangsanya. Jangan sampai rasa nasionalisme di jiwa tergerus,” ungkap Dadang Solikin, warga Jalan Semboja, Kelurahan Cepokomulyo sekaligus Ketua Panitia, Sabtu (17/8/2019).

Menurut Dadang yang juga Guru sekolah ini, rasa nasionalisme wajib dimiliki seluruh generasi muda. Dengan menggelar upacara bendera hari ini, pihaknya berharap masyarakat di kampung Sembojan dan Cepokomulyo pada umumnya, tetap menjaga keutuhan bangsa dan negara Indonesia.

“Peran generasi muda yang unggul, sangat dibutuhkan bangsa Indonesia di masa mendatang. NKRI harus kita jaga bersama sampai kapan pun,” tuturnya.

Sejumlah busana adat pun dikenakan para peserta upacara. Warga bahkan rela mengeluarkan uang pribadi untuk mengenakan busana sewaan. Mulai daril topi polka khas negeri Belanda, pakaian wayang Gatot Kaca, suku Dayak, Jawa, Papua hingga pakaian ala pejuang kemerdekaan tempo dulu.

“Melalui busana adat daerah yang kita kenakan ini, kami ingin masyarakat mempunyai rasa kebanggaan yang tinggi akan adat istiadat dan budaya dari seluruh pelosok nusantara. Dirgahayu Indonesia ke 74, Merdeka,” Dadang mengakhiri. [yog/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar