Peristiwa

Banjir Bandang Rendam Jalur Pantura Tuban, Lalu Lintas Macet Parah

Tuban (beritajatim.com) – Banjir bandang akibat dari luapan Sungai Kepet, Desa Tunah, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban kembali merendam dan menganggu arus lalu lintas di jalur Pantura Tuban tepatnya di jalan Tuban-Surabaya sebelah seletan Jembatan Kepet yang ada di desa tersebut, Minggu (3/1/2021) malam.

Akibat banjir bandang yang menerjang jalan membuat arus lalu lintas di jalur nasional tersebut mengalami kemacetan panjang lantaran arus banjir yang sangat deras. Selain merendam jalan raya, sejumlah rumah warga yang ada di pinggir jalan tersebut juga terrendam air banjir kiriman setelah hujan lebat itu.

PantauanĀ beritajatim.comĀ di lapangan, banjir bandang yang sudah dua kali terjadi di jalur Pantura Tuban itu sedikitnya sudah dua kali terjadi dalam kurun waktu satu minggu terakhir. Dan kali ini banjir yang terjadi itu terbilang lebih besar dari pada banjir yang selama ini menerjang wilayah tersebut.

“Ini sudah langganan banjir, tapi baru kali ini yang paling besar,” ujar Sholikan, salah satu warga desa setempat yang ada berada di lokasi banjir tersebut.

Menurut warga, banjir bandang dengan arus yang sangat deras itu terjadi sejak pukul 19.00 Wib setelah sungai yang ada di pinggir jalan raya itu meluap. Debit air kiriman dari wilayah pegunungan itu tidak mampu ditampung oleh Sungai Kepet hingga merendam jalan raya Tuban-Surabaya maupun sebaliknya itu.

Banjir Bandang di Semanding Tuban

“Deras sekali arusnya, kalau tadi pas besar-besanya ketinggian air sampai perut. Selain jalan air juga masuk ke rumah-rumah,” tambahnya.

Sejumlah warga korban banjir yang tinggal di pinggir jalan raya tersebut keluar rumah dan mengatur arus lalu lintas kendaraan besar yang berusaha untuk melintas. Warga meminta supaya kendaraan truk besar yang nekad lewat menerobos banjir tersebut untuk pelan-pelan supaya tidak menimbulkan gelombang besar yang bisa merusak rumah warga.

“Kita minta pelan-pelan, karena takut ombaknya (gelombangnya) merusak rumah-rumah karena air langsung masuk rumah. Banyak ini rumah yang terendam,” lanjut pria pemilik warung yang ikut kebanjiran itu.

Sementara itu, dampak terjadinya banjir bandang yang merendam jalur Pantura Tuban itu sejumlah kendaraan pribadi termasuk sepeda motor tidak berani milintas saat arus masih deras. Hal itu membuat kemacetan panjang untuk kendaraan yang dari Tuban menuju Surabaya lantaran banyak mobil pribadi yang terjebak banjir itu.[mut/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar