Peristiwa

Balita di Gresik Tewas Terpanggang Api

Gresik (beritajatim.com)- Kejadian kebakaran menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H kembali terjadi di wilayah Kabupaten Gresik. Kali ini, toko mainan di Jalan Raya Desa Hulaan, Kecamatan Menganti, ludes terbakar hingga menyebabkan seorang balita Faruq (5) terpanggang api akibat ulahnya bermain korek api.

Kronologis kebakaran yang menyebabkan balita meninggal di tempat kejadian perkara (TKP) bermula, korban Faruq bersama kakaknya M.Fahril berada di dalam toko mainan. Kedua bocah itu bermain bersama saat kedua orang tuanya M.Shoim (49) dan istrinya Khusnul Khotimah (40) tak ada di tempat.

Karena kedua bocah itu tak ada yang mengawasi. Mereka bermain seperti layaknya anak-anak. Namun, Faruq malah bermain api di dalam toko. Dianggap membahayakan, kakaknya M.Fahril sempat menegurnya. Tapi oleh korban tidak dihiraukan.

Kemudian dalam hitungan detik, tiba-tiba dari rak mainan yang terbuat plastik muncul api, dan langsung membesar. Mengetahui ada api membesar, kakak korban M.Fahril selanjutnya berlari keluar. Sebaliknya, korban (Faruq) malah berlari masuk kedalam kamar mandi yang berada di dalam toko mainan.

Api yang semakin membesar selanjutnya membakar seluruh isi bangunan toko. Warga yang mengetahui hal itu mencoba menyelamatkan korban. Tapi, si jago merah yang terus membesar membuat warga kesulitan menyelamatkan korban. Bersamaan dengan itu, warga juga menghubungi petugas pemadam kebakaran (Damkar).

Kapolsek Menganti AKP Tatag Sutrisna membenarkan ada korban balita meninggal dunia karena terbakar api.

“Korban yang bernama Faruq berhasil dievakuasi petugas damkar usai berjibaku menjinakan api. Tapi, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan,” ujarnya, Rabu (13/05/2021).

Masih menurut Tatak, didalam toko yang terbakar itu tidak hanya menjual mainan anak-anak. Ada beberapa kembang api yang juga dijual oleh pemilik toko.

“Ada dugaan api membesar karena ada beberapa barang di dalam toko yang mudah terbakar seperti plastik dan kembang api,” tuturnya.

Untuk memadakam toko mainan yang terbakar tersebut, ada dua unit mobil damkar yang dikerahkan. Masing-masing satu unit mobil damkar dari Driyorejo (Pemkab Gresik) dan mobil damkar dari Lakarsantri (Pemkot) Surabaya. (dny/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar