Peristiwa

Ada 458 Ormas di Jember, Hanya 70 yang Terdaftar di Kemendagri

Kepala Bakesbang Edi Budi Susilo

Jember (beritajatim.com) – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Jember, Jawa Timur, mencatat ada 458 organisasi kemasyarakatan (orma) yang beraktivitas. Namun hanya 70 ormas yang terdaftar di Kementerian Dalam Negeri dan memiliki akta pendirian Kementerian Hukum dan HAM.

“Tapi 458 ormas ini bisa terkendali. Kami sering melakukan upaya-upaya komunikasi, pembinaan, dan kami komunikasikan terus-menerus program-program yang sangat langsung berhubungan dengan pemerintah daerah,” kata Kepala Bakesbangpol Jember Edi Budi Susilo.

Kelompok tarikat Tunggal Jati Nusantara tidak terdaftar di Bakesbang Jember. “Memang tidak terdeteksi di kami sebagai sebuah organisasi kemasyarakatan. Ini hanya kelompok, padepokan, orang berkumpul yang kemudian melakukan bentuk pengajian rutin dan ritual yang dilaksanakan di Pantai Payangan,” kata Edi.

Ritual yang dilaksanakan pada Minggu (13/2/2022) dini hari itu berakhir maut. Sebelas dari 23 orang peserta ritual meninggal dunia setelah digulung ombak laut selatan. Nurhasan, guru spiritual padepokan itu, ditetapkan menjadi tersangka oleh polisi.

“Tentu saja kejadian ini sebuah kecelakaan di laut, karena kesengajaan melakukan ritual di tepi pantai. Ini jadi pelajaran bagi kita semua, sehingga ke depan, Bakesbang dengan keberadaan forum-forum yang dimiliki bersama, dengan FKUB, dengan MUI, kita bersama-sama melakukan langkah-langkah antisipatif,” kata Edi.

Edi menyatakan, Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan dalam Masyarakat (Pakem) yang melibatkan Bakesbang dan kejaksaan akan merapatkan barisan. “Karena kemarin kami laporkan di kejaksaan bahwa ini sama sekali tidak ada dalam catatan kami. Kita semua tidak memiliki catatan tentang tarikat ini,” katanya.

Langkah-langkah yang akan diambil Bakesbang akan menyesuaikan diri dengan regulasi. “Karena ini di luar undang-undang keormasan, tentu kita perlu memiliki dasar hukum yang akan dituangkan dalam surat edaran maupun imbauan-imbauan yang bisa kita lakukan bersama-sama sampai tingkat kecamatan dan desa,” kata Edi. [wir/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar