Iklan Banner Sukun
Peristiwa

39 Desa di 6 Kecamatan Tergenang Banjir, Ini yang Dilakukan Pemkab Lamongan

Bantuan angkutan motor dan posko kesehatan dari Pemkab Lamongan kepada masyarakat yang terdampak banjir.

Lamongan (beritajatim.com) – Banjir akibat luapan sungai Bengawan Njero dalam beberapa hari terakhir ini mengakibatkan sejumlah rumah warga, fasilitas umum, dan akses transportasi di Lamongan terganggu. Tercatat ada 39 desa dari 6 kecamatan yang terdampak banjir tersebut.

Adapun 39 desa dari 6 Kecamatan tersebut masing-masing meliputi 9 desa di Kecamatan Karangbinangun dan Kalitengah. Lalu 8 desa di Kecamatan Glagah, 5 desa di Kecamatan Deket, serta di Kecamatan Turi dan Karanggeneng masing-masing 4 desa.

“Di 6 kecamatan ini, setidaknya ada 1.770 unit rumah tergenang dan terdapat 5.676 hektar lahan tambak yang terdampak, dengan jumlah kerugian sekitar Rp 22 miliar,” ujar Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Lamongan, Arif Bachtiar saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (23/12/2021).

Tak tanggung-tanggung, banjir di kawasan Bengawan Njero ini juga merendam jalan poros antar kecamatan, di antaranya jalan poros antar Kecamatan Deket, Glagah, dan Karangbinangun. Serta jalur antara Kecamatan Kalitengah dan Kecamatan Turi.

“Ketinggian air banjir yang menggenangi jalan poros tersebut bervariasi, mulai dari 20 centimeter hingga 50 centimeter yang berakibat terganggunya transportasi,” papar Arif.

Menyikapi hal ini, Arif mengaku, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi telah memerintahkan kepada seluruh jajarannya untuk turun membantu masyarakat yang terdampak banjir.

“Saat ini telah disiapkan bantuan sarana transportasi untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat di sana, baik berupa mobil pick up maupun drump truck beserta driver dan BBMnya yang di jadwal tiap hari,” terangnya.

Lebih rinci, Arif mengatakan, kendaraan tersebut terlebih dahulu dikirimkan ke Desa Kiringan, lalu diatur oleh Camat dan Kades setempat sebagai sarana bantuan angkutan motor dan warga pulang pergi dari jembatan Desa Kiringan ke Desa Kemlagi Lor, Kecamatan Turi.

Kondisi banjir yang melanda sejumlah kawasan di Lamongan.

Selain itu, Arif menambahkan, bantuan logistik berupa beras juga disalurkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta pendirian posko kesehatan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamongan.

“Bantuan beras saat ini tengah disalurkan oleh BPBD sebanyak 8 ton 835 kg ke 39 desa di 6 kecamatan yang terdampak banjir. Dinkes juga telah mendirikan 15 posko kesehatan yang melayani pemeriksaan dan pengobatan masyarakat, yang beroperasi sejak 14 Desember 2021 lalu,” beber Arif.

Tak hanya itu, bantuan berupa 25 ribu butir telur juga akan disalurkan oleh TP PKK yang bekerjasama dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Menurut Arif, setiap hari jajaran kecamatan dan seluruh stakeholder masing-masing juga melakukan pembersihan enceng gondok untuk memperlancar arus pembuangan.

“Perintah dari Bupati YES ini langsung ditindaklanjuti oleh seluruh OPD, saling bahu membahu membantu masyarakat terdampak banjir, untuk mengurangi beban mereka,” pungkasnya.[riq/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar