Ponorogo (beritajatim.com) – Peringatan hari kemerdekaan dilakukan di berbagai daerah. Selain lomba oleh anak-anak, ada juga yang sering dilakukan masyarakat, yakni jalan santai berhadiah.
Kabupaten Ponorogo misalnya, ada jalan santai berhadiah, namun lain dari yang lain. Panitia acara menyelipkan pendidikan politik kepada masyarakat yang hadir di acara jalan santai tersebut.
Jalan santai yang diselipi oleh pendidikan politik itu, diadakan di rumah Ketua DPRD Ponorogo, Sunarto, Jalan Sunan Kalijaga Dusun Sekayu Desa Gandukepuh Kecamatan Sukorejo Ponorogo. Ribuan orang memadati halaman rumah legislator dari Partai Nasdem itu, untuk ikut jalan santai berhadiah yang diselenggarakan secara gratis tersebut.
“Kegiatan jalan santai untuk Peringatan HUT ke-79 RI ini, sengaja kita buat dengan ada muatan pendidikan politiknya,” ungkap Sunarto di sela-sela acara, Minggu (18/08/2024).
Selipan pendidikan politik yang Sunarto ungkapkan itu, sebenarnya sudah dilakukan jauh-jauh hari sebelum kegiatan ini, yakni mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan nanti selesai, semuanya dikerjakan oleh masyarakat.
Ia mencontohkan terkait denga konsumsi peserta jalan santai ini, diserahkan kepada warga yang ada di 7 RT Dusun Sekyau. Selain pemberdayaan warga, juga melatih kejujuran terkait dengan jumlah maupun menu makanannya.
“Ketika dimakan oleh peserta jalan santai, warga tidak boleh ada yang dapat dobel. Hal ini tentu membangun mental kita, barang yang bukan hak kita, tidak serta merta bisa diambil,” katanya.
Dalam kegiatan ini, setidaknya ada beberapa pendidikan politik yang diselipkan ke masyarakat dalam jalan santai tersebut. Mulai dari makan bersama tanpa ada sekat. Tidak serakah, meski persediaan makanan banyak.
Pemberdayaan masyarakat dalam hal pengadaan logistik yang dilakukan bersama di lingkungan dan denga kejujuran. Kemudian pentingnya politik berkelanjutan, tidak berhenti pada pemilu saja, tetapi justru yang terpenting setelah pemilu.
“Ada ribuan orang yang mengikutinya, dari yang awalnya hanya tingkat dusun, hingga ada perwakilan di setiap desa di wilayah dapil 6 yakni Sukorejo, Sampung dan Kauman. Nah, inilah yang namanya politik berkelanjutan, komunikasi masih terjalin baik dengan konstituen meski pasca pemilu,” pungkasnya. [end/aje]






