Surabaya (beritajatim.com) – Peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur dimaknai secara berbeda dan inovatif oleh DPD Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Jawa Timur. Alih-alih sekadar menggelar sosialisasi konvensional, Granat Jatim memilih cara unik dengan menyelenggarakan kejuaraan menembak pada 9–11 Oktober 2026 di Lapangan Tembak Kodam V/Brawijaya. Acara bertajuk Piala Ketua DPD Granat Jatim 2026 tersebut mengampanyekan gaya hidup sehat tanpa narkoba sekaligus menjaring bibit atlet berprestasi bagi Jawa Timur.
Ketua DPD Granat Jatim, Arie Soeripan, menjelaskan bahwa kejuaraan perdana ini diselenggarakan sebagai wadah pembinaan olahraga menembak, ajang silaturahmi, serta penggalangan komitmen bersama dalam pemberantasan narkoba di Jawa Timur.
“Dengan kegiatan ini, kami berharap dapat mewujudkan prestasi di bidang olahraga menembak, sekaligus mengajak generasi muda penerus bangsa di komunitas menembak Jawa Timur untuk berperan aktif. Pesan utamanya jelas: berprestasi tanpa narkoba,” ujarnya, Senin (12/10/2026).
Menurut Arie, terdapat dua misi utama dari terselenggaranya turnamen ini. Pertama, memasyarakatkan budaya hidup sehat tanpa narkoba melalui olahraga menembak. Kedua, menjadi kawah candradimuka wadah pembibitan atlet dengan menjunjung tinggi sportivitas. Peluang ini diambil lantaran tren olahraga menembak di Jawa Timur yang dulunya identik dengan aparat atau atlet profesional, kini kian diminati masyarakat luas.
Jaring Bibit Atlet Melalui Nomor Favorit Olimpiade
Melalui turnamen ini, Granat Jatim menargetkan lahirnya bibit-bibit muda yang kelak bisa berprestasi di tingkat provinsi, nasional, maupun kancah internasional.
“Ajang kompetisi semacam ini tidak hanya mengasah ketepatan, taktik, dan ketenangan psikologis para peserta, melainkan juga menjadi wadah penjaringan bibit unggul baru. Untuk program scouting (pemanduan bakat), mekanisme dan sistem kerjanya bersama Perbakin pasti ada dan berjalan selama lomba,” tegasnya.
Dari berbagai nomor yang dipertandingkan, kategori Target Shooting (Tembak Sasaran) menjadi primadona yang paling banyak dibanjiri peserta. Kategori ini berfokus pada akurasi tinggi pada target statis dan menjadi pintu masuk paling populer bagi pemula maupun atlet prestasi.
Kelas Air Rifle dan Air Pistol jarak 10 meter dengan kaliber 4,5 mm menjadi nomor favorit. “Ini adalah nomor Olimpiade yang sangat diminati. Selain karena biaya latihannya relatif terjangkau, sarana untuk berlatih juga banyak tersedia di berbagai shooting range,” jelasnya.
Melihat tingginya antusiasme peserta yang berlaga di momentum Hari Jadi Jatim ini, DPD Granat Jatim optimistis ekosistem olahraga menembak akan terus tumbuh. Pihaknya pun memastikan ajang ini akan dijadikan agenda rutin tahunan.
“Perencanaan kami dari DPD Granat Jawa Timur sudah jelas. Kejuaraan menembak memperebutkan Piala Ketua DPD Granat Jatim ini akan menjadi agenda wajib setiap tahun,” pungkasnya. (ang/but)






