Surabaya (beritajatim.com) – SDIT Utsman Bin Affan Surabaya menggelar Panggung Ekspresi dan peringatan Hari Pahlawan bertema “Bara Juang dalam Balutan Ukhuwah” di Gedung Cak Durasim.
Sebanyak 194 siswa reguler kelas 1–6 tampil dalam rangkaian tari, orasi, puisi, teaterikal, nasyid, hingga tausiyah yang memadukan narasi perjuangan Aceh dan Palestina.
Ketua panitia, Rif’atul Ummah menjelaskan acara ini menjadi ruang eksplorasi bakat sekaligus penguat karakter bagi para siswa SDIT Utsman Bin Affan.
“Tujuan utamanya mewadahi bakat siswa-siswi kelas reguler. Sekaligus menjalin ukhuwah seluruh keluarga besar SDIT Utsman Bin Affan,” ujarnya, ditulis Senin (17/11/2025).
Pihak sekolah juga sengaja merahasiakan konsep penampilan dari orang tua untuk memberi kejutan. “Supaya ada surprise dan bisa membanggakan orang tua. Alhamdulillah berhasil,” tambah Rif’atul.
Sementara Wakil Ketua Panitia, Aulia Rakhmawati menjelaskan alasan tema yang mengaitkan heroisme Aceh dengan kondisi Palestina.
“Ada transisi Aceh menuju Palestina. Pesannya jelas, Palestina saudara kita. Keduanya punya sejarah perjuangan. Karena itu kami angkat tokoh Cut Nyak Dien sebagai simbol daya juang,” katanya.
Pementasan sendiri disusun dalam 11 scene. Guru hanya menerima tema besar lalu mengolah cerita secara berurutan dari kelas 1 hingga kelas 6.
“Kami latih anak-anak sekitar tiga pekan dengan mengambil dua jam pelajaran per sesi. Semua ditangani ustadz-ustadzah, mulai venue, anggaran, sampai manajemen acara,” ujarnya.
Latihan yang semula penuh kendala pun berubah menjadi momentum tumbuhnya percaya diri siswa.
“Awalnya mereka malu, suara kecil, ekspresi kurang. Tapi kami tekankan ini persembahan untuk orang tua. Mendekati hari H, anak-anak makin matang dan aktif mengevaluasi diri,” kata Aulia.
Aulia menambahkan, tingginya minat orang tua membuat tiket ludes jauh sebelum acara dimulai. Panitia menyediakan kategori VIP, VVIP, Super Festival, dan Festival. “Hari H banyak yang protes karena cepat habis. Bahkan H-1 masih ada yang ingin beli, tapi sudah penuh,” ujar Aulia.
Dengan melibatkan seluruh jenjang kelas, Panggung Ekspresi ini bukan sekadar pertunjukan seni sekolah, tetapi juga latihan karakter.
Pagelaran ini mengajarkan bahwa perjuangan, kebersamaan, dan keberanian tampil di depan publik adalah bagian dari pendidikan itu sendiri. Harapannya, Panggung Ekspresi ini menjadi agenda rutin sekolah setiap tahun. [ipl/kun]






