Tuban (beritajatim.com) – Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2025, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky bakal buka 2 sekolah yang sempat di merger atau ditutup pada tahun 2021 lalu. Jumat (02/05/2025).
Menurut Mas Lindra sapaan Bupati Tuban, ada sekitar 18 sekolah yang ada di Kabupaten Tuban yang di merger atau ditutup dan akan segera dibuka kembali pada tahun 2025 ini.
“Di tahun awal saya saat menjabat, ada beberapa sekolah yang ditutup. Di tahun ini Insyaallah ada dua sekolah yang akan dibuka kembali,” ungkap Mas Lindra.
Lanjut, di momen memperingati hari pendidikan ini, ia berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas literasi dan numerasi, maupun sarana prasarana penunjang pendidikan. “Jadi 18 sekolah yang ditutup mulai pelan-pelan kita buka kembali,” terang Mas Lindra.
Pihaknya bersama Wakil Bupati dan jajaran terkait juga akan meringankan beban pengeluaran masyarakat yang tidak mampu agar tetap bisa mengakses pendidikan. “Harapannya pendidikan di Kabupaten Tuban tidak hanya sekedar tekstual, namun juga bisa mengimplementasikan di kehidupan sehari-hari,” kata Lindra.
Saat disinggung terkait sistem zonasi, Mas Lindra menyampaikan sistem tersebut masih diimplementasikan. Namun, untuk kuota akan terus ditambahkan, baik peserta didik di SD, SMP, dan SMA sederajat. “Kalau zonasi masih ada, tapi kalau dibutuhkan sarana ruang kelas, maupun kuotanya, kami akan menambah,” bebernya.
Sementara itu, penyerapan kuota dari SD sampai SMA sederajat telah mencapai angka 98 persen setiap tahun. Sedangkan, untuk 2 persen lainnya memang tidak masuk dalam kuota sekolah tersebut.
“Pemkab Tuban juga telah menyalurkan beasiswa sejumlah Rp 2 sampai 5 miliar di setiap tahun, ini juga sudah sesuai dengan Perda, Insyaallah akan selalu ada beasiswa,” pungkasnya. [dya/kun]






