Magetan (beritajatim.com) – Video sekelompok orang berpakaian serba putih yang berdoa di puncak Gunung Lawu viral di media sosial. Menanggapi hal ini, Asper BKPH Lawu Selatan, Mulyadi, memastikan bahwa aktivitas tersebut bukan berasal dari aliran sesat.
“Kami setelah melihat video-video yang viral di media sosial, langsung melakukan penelusuran. Ternyata ada kelompok sekitar 100 orang yang naik ke Gunung Lawu melalui Cemoro Sewu untuk melakukan ritual,” terang Mulyadi, Senin (14/7/2025).
Setelah mencoba menghubungi pihak terkait, Mulyadi berhasil mengonfirmasi bahwa kegiatan tersebut dipimpin oleh seseorang bernama Rohmat yang berdomisili di Desa Sambungganggi, Kecamatan Sumber, Kabupaten Purwodadi.
“Mereka berasal dari kelompok Nahdlatul Ulama (NU) di Purwodadi. Berdasarkan pengakuan Pak Rohmat, kegiatan ini rutin dilakukan setiap tahun untuk ziarah dan tawasul kepada Sunan Gunung Lawu. Bacaan-bacaan doanya juga tidak menyimpang dari ajaran Islam,” jelasnya.
Ritual itu telah dilaksanakan selama 14 tahun berturut-turut, tepatnya setiap hari Jumat setelah tanggal 11 Syuro. Mereka naik ke puncak sejak Kamis pagi dan bermalam di atas. Pada Jumat menjelang salat Jumat, mereka melakukan doa bersama, kemudian dilanjutkan salat Jumat karena jumlah jamaah mencukupi.
Terkait pakaian putih yang dikenakan para peserta, Mulyadi menegaskan bahwa baju tersebut tidak dipakai sejak dari bawah.
“Menurut keterangan Pak Rohmat, mereka berganti pakaian di puncak. Jadi bukan dari bawah sudah pakai seragam. Pakaian mereka layaknya orang salat, perempuan memakai mukena, laki-laki memakai jubah putih,” jelas Mulyadi.
Lokasi ritual berlangsung di Tugu Puncak Gunung Lawu, tempat yang dikenal sakral oleh sebagian kalangan peziarah. Hingga kini, pihak Perhutani mengaku tidak menemukan indikasi pelanggaran aturan kehutanan maupun tindakan menyimpang selama kegiatan tersebut berlangsung. [fiq/beq]






