Ponorogo (beritajatim.com) – Nasib naas dialami oleh Kayatin, perempuan paruh baya asal Kabupaten Ponorogo itu, mengakhiri hidup dengan menceburkan diri ke dalam sumur.
Peristiwa itu terjadi di salah satu sumur tua di Dusun Ngledok Desa Siwalan Kecamatan Mlarak. Evakuasi untuk mengangkat korban dari dalam sumur melibatkan petugas dari Polsek Mlarak, BPBD Ponorogo dan dibantu oleh warga sekitar.
“Penemuan mayat di dalam sumur tua di Desa Siwalan itu terjadi pada Jumat (12/5) malam. Langsung dilakukan evakuasi oleh petugas berkoordinasi dengan BPBD Ponorogo dan dibantu oleh warga sekitar,” kata Kapolsek Mlarak IPTU Rosyid Effendi, Sabtu (13/05/2023).
Kronologi penemuan mayat yang berada di sumur tua itu, berawal dari keluarganya yang resah, korban meninggalkan rumah tanpa pamit sejak Jumat pagi. Karena menjelang senja korban juga tidak kunjung pulang, keluarga dan kerabat lainnya berinisiatif untuk mencari perempuan berusia 58 tahun tersebut. Pencarian dilakukan di area sumur tua di belakang sebuah toko yang tidak jauh dari rumah korban.
“Saksi atau keluarga korban, karena sampai petang korban belum kembali, akhirnya berinisiatif untuk mencarinya,” katanya.
Baca Juga:
https://beritajatim.com/peristiwa/kecelakaan-mobil-vs-motor-di-ponorogo-1-orang-meninggal-dunia/
Saat pencarian di area sumur tua itu, mereka mendapati ada sandal milik korban berada di dekat sumur tua tersebut. Dengan penerangan lampu senter, kerabat korban itu melihat kondisi di dalam sumur. Alangkah terkejutnya, ternyata korban sudah dalam keadaan mengapung di dalamnya.
“Saat ditemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia. Saksi pun melaporkan kejadian itu ke Polsek Mlarak,” katanya.
Petugas Polsek Mlarak pun langsung terjun ke lokasi. Rosyid pun berkoordinasi dengan BPBD Ponorogo untuk mengangkat korban dari dalam sumur ke permukaan. Setelah berhasil dievakuasi ke atas, korban pun langsung dibawa ke rumah duka. Selanjutnya, Polsek Mlarak dengan tim inavis Polres Ponorogo melakukan visum luar terhadap mayat korban.
“Berdasarkan fakta-fakta dan hasil oleh TKP serta pulbaket, diambil kesimpulan bahwa korban meninggal dunia diduga bunuh diri. Korban mengakhiri hidup dengan terjun ke sumur dengan kedalaman kurang lebih 20 meter,” katanya.
Menurut informasi dari pihak keluarga, korban ini mempunyai riwayat penyakit darah tinggi. Dalam tiga tahun terakhir, yang bersangkutan mengalami depresi. Keluarga korban pun, menerima kejadian ini sebagai musibah.
“Keluarga korban menerima kejadian ini sebagai musibah,” pungkasnya. (end/ted)






