Tuban (beritajatim.com) – Kecelakaan kerja oleh kuli bangunan kembali terjadi, insiden tersebut menyebabkan 1 orang tewas dan 1 orang mengalami luka-luka akibat tersengat listrik saat sedang membenahi atap ruko milik Petshop di Jalan Soekarno Hatta nomor 44 Desa Bogorejo, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban.
Saat dikonfirmasi, Kasi Humas Polres Tuban IPTU Jamhari Mukri membenarkan adanya peristiwa kecelakaan kerja tersebut yang terjadi pada hari Jumat 3 maret 2023 sekitar pukul 15.00 WIB.
“Polsek Merakurak telah menerima laporan tentang adanya seorang laki-laki kuli bangunan yang meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik,” ucap IPTU Jamhari Mukri, Selasa (07/03/2023).
Jamhari sapaannya menjelaskan kronologi dari peristiwa tersebut ada 3 kuli bangunan yaitu Sumarno (41) dan Mustopo (38) berasal dari Desa Tegalbang, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Mohammad Khoirul Comari (38) asal Desa Kembangboko, Kecamatan Tuban, sedang mengerjakan atap ruko Petshop yang bocor.
“Awalnya ketiga tukang bangunan mengerjakan di lantai 2 ruko dengan mengecat atap atau genteng yang terbuat dari galvalum dengan menggunakan cat nodrop,” kata Jamhari.
Lalu, saat sedang mengecat korban bernama Sumarno kemungkinan lupa jika ada kabel listrik besar di area atap gedung Ruko dan posisi Sumarno membelakangi kabel listrik tersebut.
“Posisi jarak atap dengan kabel sekitar 1 meter, dan korban bernama Sumarno yang sedang mengecat tak sengaja punggung korban menempel kabel listrik yang mengakibatkan korban tersengat dan terjatuh dilantai,” ungkap Jamhari.
[berita-terkait number=”2″ tag=”tuban”]
Sedangkan, korban kedua bernama Mohammad Khoirul Comari melihat temannya Sumarno yang terjatuh dan kepalanya membentur lantai. Melihat kejadian tersebut rekan korban berteriak dan ikut tersengat aliran listrik.
“Akibat kejadian itu, korban Sumarno meninggal dunia dan Mohammad Khoirul Comari mengalami luka ringan,” ucapnya.
Sementara itu, penanggung jawab ruko Petshop bernama Airlangga langsung membawa korban ke Rumah Sakit NU Tuban. Namun, sesampainya di RS korban tidak dapat diselamatkan.
“Dari pihak keluarga korban tidak menghendaki untuk dilakukan autopsi, hanya menghendaki pemeriksaan luar, agar jenazahnya bisa segera dimakamkan,” tutup Jamhari. (ayu/ted)






