Kediri (beritajatim.com) – Manajemen Persik Kediri bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri terus memaksimalkan waktu yang tersedia untuk melakukan sejumlah perbaikan pada Stadion Brawijaya. Upaya ini dilakukan agar tim Macan Putih tetap dapat bermarkas di kota sendiri pada kompetisi Liga 1 musim 2025-2026.
Fokus utama perbaikan saat ini menyasar pada sektor pemerataan lapangan atau top dressing. Pengerjaan pelapisan pasir ini dilakukan untuk memastikan permukaan lapangan Stadion Brawijaya lebih rata, stabil, serta memiliki daya serap air yang optimal.
“Sejumlah perbaikan terus kita kebut dalam pengerjaannya. Alhamdulillah, progresnya berjalan sesuai arahan PT. LIB,” ujar Manajer Persik Kediri, Syahid Nur Ichsan, Senin (30/6/2025).
Syahid menjelaskan, teknik top dressing tidak hanya untuk meratakan permukaan lapangan, tetapi juga menjaga kestabilan elevasi, kemiringan, serta memastikan sirkulasi air berjalan baik. Hal ini penting agar kualitas lapangan memenuhi standar kompetisi Liga 1.
“Setelah tahapan top dressing selesai, maka langkah selanjutnya ialah perawatan rutin seperti pemupukan, penyiraman, hingga pemotongan rumput,” jelas Syahid.
Lebih lanjut, Syahid menyampaikan bahwa manajemen Persik Kediri akan terus berkoordinasi dengan Pemkot Kediri untuk menyelesaikan sejumlah perbaikan yang menjadi rekomendasi PT Liga Indonesia Baru (LIB), termasuk terkait lampu penerangan stadion.
“Pada intinya, upaya perbaikan ini kami lakukan agar tim kebanggaan Kediri Raya tetap bermarkas di Stadion Brawijaya sebagai home base dalam mengarungi kompetisi Liga 1 musim 2025-2026. Mohon doa serta dukungannya,” tandasnya.
Dengan pengerjaan yang dikebut dan sinergi erat bersama Pemkot Kediri, Persik berharap dapat memastikan para suporter setianya tetap bisa mendukung langsung Macan Putih berlaga di rumah sendiri. [nm/beq]






