Ponorogo (beritajatim.com) – Perbaikan jalan Mlilir-Janti di timur Pos Mlilir, Ponorogo, gagal dikerjakan tahun ini. Penyebabnya, pemenang lelang perbaikan jalan dari arah Jalan Raya Ngebel yang rusak berat tersebut gagal kontrak
Alhasil, alokasi anggaran senilai Rp659 juta dari Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) terancam menjadi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa).
“Sebenarnya perbaikan jalan di timur perempatan Pos Mlilir itu sudah dilelang namun pemenang lelang ternyata gagal berkontrak,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Ponorogo, Jamus Kunto Purnomo, Senin (5/12/2022).
Usut punya usut, pemenang yang sudah oleh Unit Layanan Pengadaan (ULP) tidak menandatangani kontrak tersebut. Pemenang sudah berkontrak lebih 5 tender di daerah lain.
Jadi, selama tenggat waktu pengumuman hingga penandatanganan kontrak, yang bersangkutan sudah mendapatkan tender lain.
“Kebetulan pemenang cadangan tidak ada. Nah, yang menang malah sudah berkontrak di tempat lain,” katanya.
Dengan sisa waktu yang ada, kata Jamus, tidak mungkin dilakukan lelang ulang. Sebab, sudah mepet dengan tutup tahun anggaran.
[berita-terkait number=”5″ tag=”ponorogo”]
Meski gagal diperbaiki tahun ini, Jamus akan mencari solusi lain. Dia akan mengupayakan perbaikan jalan tersebut dengan cara swakelola di tahun depan.
“Semoga bisa diperbaiki pada bulan Januari nanti, ya diusahakan lewat swakelola,” katanya.
Kerusakan jalan arah Ngebel tersebut sebenarnya masuk kategori rusak berat. Pondasi jalan rusak berat. Sehingga menimbulkan lubang jalan yanh semakin hari semakin besar.
Sebab, jalan tersebut juga sering dilewati oleh dump truk pengangkut pasir yang sering overtonase. Tidak heran, jika jalan disitu mengalami rusak yang parah.
“Meski tidak terlalu panjang, tetapi rusaknya parah. Sehingga dalam perencanaan sebelumnya perbaikannya dengan konstruksi agregat perbaikan lapis pondasi bawah dan overlay hotmix lapisan atasnya,” pungkasnya. [end/beq]






