Surakarta (beritajatim.com) – Pekan Olahraga Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVII 2024 yang berlangsung di Surakarta, Solo, dari 6 hingga 13 Oktober 2024, membawa hasil yang cukup menggembirakan bagi kontingen Jawa Timur (Jatim). Meskipun turun dari posisi 8 ke posisi 10 dalam klasemen akhir, Jatim berhasil melampaui target medali emas yang ditetapkan.
Berdasarkan data dari Peparnas17.id pada Minggu (13/10/2024) pukul 14.35 WIB, tuan rumah Jawa Tengah (Jateng) menduduki peringkat pertama dengan total 406 medali, terdiri dari 161 emas, 124 perak, dan 121 perunggu. Jawa Barat (Jabar) berada di posisi kedua dengan 120 emas, 118 perak, dan 116 perunggu, total 354 medali. Sementara itu, Jatim mengumpulkan 21 emas, 11 perak, dan 20 perunggu, total 52 medali.
Meski posisi Jatim menurun, keberhasilan meraih 21 medali emas (melampaui target awal 14 medali emas), dianggap sebagai pencapaian yang sangat membanggakan.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Jatim, Muhamad Hadi Wawan Guntoro, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya terhadap para atlet Jatim yang berhasil melampaui ekspektasi.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada seluruh atlet Jatim yang sudah berjuang keras. Target awal 14 medali emas telah terlampaui dengan raihan 21 medali emas, ini tentu menjadi kebanggaan besar bagi Jawa Timur,” ujar Hadi Wawan di Solo, Minggu (13/10/2024).
Ia juga menjelaskan, dari 83 atlet yang berpartisipasi, Jatim berhasil membawa pulang 52 medali, yang berarti persentase keberhasilan atlet mencapai lebih dari 50%. Hadi Wawan menekankan pentingnya terus meningkatkan kualitas pembinaan dan pengembangan atlet untuk Peparnas berikutnya.
“Ke depan, kami akan berupaya meningkatkan jumlah atlet yang berpotensi meraih medali dengan model pembinaan yang sama. Empat tahun mendatang, kami berharap bisa meraih hasil yang lebih baik lagi. Dispora Jatim juga telah memberikan respons positif terhadap pengembangan atlet di Jawa Timur,” tambah Hadi Wawan, yang juga menjabat sebagai Pj Bupati Bondowoso.
Prestasi ini diharapkan menjadi landasan kuat bagi kemajuan atlet paralimpik Jawa Timur di ajang-ajang nasional maupun internasional. [kun]






