Kediri (beritajatim.com) – Salah seorang warga Kota Kediri yang menderita diabet mellitus mendapatkan fasilitas pembiayaan pengobatan oleh Pemerintah Kota Kediri.
Menjadi salah satu penduduk Kota Kediri yang telah dijamin pembiayaan kesehatannya oleh Pemerintah Kota Kediri melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Markamah (52) sangat bersyukur.
Penyintas Diabetes Mellitus (DM) ini, mengatakan bahwa Pemkot Kediri telah mendaftarkan dirinya dalam kepesertaan JKN segmen peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) Pemerintah Daerah (Pemda) sejak 2016.
“Saya sudah lama mendapatkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) dari Pemkot Kediri sejak 2016. Saya menggunakan KIS untuk berobat penyakit saya setiap bulan, untuk mendapatkan obat yang saya konsumsi setiap hari. Bersyukur sekali, karena dengan adanya bantuan jaminan kesehatan JKN ini meringankan saya membeli obat setiap bulannya dan untuk cek gula darah saya,” ujar Markamah.
BACA JUGA: 37 Sapi di Mojokerto Terjangkit LSD, Yuk.. Kenali Penyakit Kulit Berbenjol Pada Sapi
Awal mula terdiagnosa DM, Markamah merasa ada tanda-tanda penyakit DM, karena sebagai seorang kader posyandu balita, ia tahu beberapa tanda-tanda seseorang mengidap DM, termasuk juga pernah mendengar dari pengalaman orang lain.
Menggunakan JKN, Markamah melakukan pemeriksaan dokter dan cek laboratorium, hasilnya gula darah Markamah tinggi. Kemudian ia dianjurkan mengikuti Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) BPJS Kesehatan oleh Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) terdaftarnya, yaitu di Puskesmas Balowerti.
“Setelah cek laboratorium, gula darah saya memang tinggi saat itu, tetapi belum parah, masih dalam kondisi tahu saja kalau kena DM. Akhirnya saya dianjurkan ikut Prolanis. Setiap bulan saya harus rutin datang untuk mendapatkan obat,” jelasnya.
BACA JUGA: Kapolda Jatim Akan Tindak Tegas Gerombolan Pesilat Anarkis
Melalui Prolanis, kesehatan Markamah terpantau. Selain dirinya sendiri yang mengontrol, FKTP terdaftarnya akan menghubunginya ketika ia tidak hadir pada kegiatan Prolanis. Hasilnya, sampai dengan saat ini kondisi gula darah Markamah normal. Meskipun begitu, ia tetap harus rutin mengonsumsi obat.
“Saya kan harus rutin mengontrol diri sendiri, karena di rumah hanya saya dan suami. Kalau Prolanis kan setiap bulan harus datang, kalau tidak datang pasti dihubungi sama Puskesmas, takutnya ada apa-apa, seperti gula darah yang tinggi atau yang lain. Sampai sekarang gula darah saya normal. Walaupun normal saya tetap harus ke Puskesmas untuk mendapatkan obat,” ucapnya.
Sebagai seorang ibu rumah tangga, dan suami yang bekerja sebagai tukang batu, Markamah merasa terbantu, karena pembiayaan kesehatannya telah terjamin. Ia mengaku tidak mengeluarkan biaya sama sekali selama ini.
Meskipun sebagai peserta PBPU Pemda, yang mana iurannya ditanggung oleh Pemkot Kediri, Markamah mendapatkan pelayanan yang bagus. Tidak ada perbedaan pelayanan dengan pasien umum maupun peserta JKN yang lain.
BACA JUGA: AJI Bojonegoro Gelar Pelatihan Keamanan Digital dan Mitigasi Liputan
“Tidak ada biaya sama sekali untuk berobat saya setiap bulannya, tidak ada. Ya meskipun saya harus cek untuk setiap enam bulan sekali, kan ada cek urin, itu juga tidak ada biaya sama sekali. Pelayananya bagus, sama dengan yang lain. Saya sangat-sangat puas, karena membantu saya sekali. Sangat-sangat bersyukur, dengan adanya KIS dari Pemerintah, saya dimudahkan untuk berobat,” terang Markamah.
Ternyata tidak hanya dirinya yang telah merasakan manfaat JKN, sebelumnya, ibunya juga telah terbantu jaminan kesehatannya melalui KIS yang ditanggung oleh Pemerintah hingga akhir hayatnya.
“JKN sudah membantu saya sejak lama. Ibu saya juga menggunakan JKN dari Pemerintah. Waktu itu di rumah sakit tidak ada biaya sama sekali. Mau rontgen, atau mau pelayanan yang lain, di rumah sakit tidak membayar sama sekali. Ibu saya gagal ginjal, tetapi tidak sampai cuci darah. Kata dokter harus operasi. Pada saat mau menjalani operasi, ibu saya meninggal,” ujarnya.
BACA JUGA: Lawan Perundungan, Bupati Ipuk Bentuk Pojok Curhat di Sekolah
Oleh karenanya, Markamah mengucapkan terima kasih, terutama kepada Pemkot Kediri yang telah membiayai jaminan kesehatannya melalui Program JKN. Ia berharap program ini bisa terus berlanjut dan lebih baik lagi.
“Terima kasih sekali untuk Pemkot Kediri yang membiayai kesehatan saya. Semoga Program JKN ini terus berlanjut sampai nanti untuk membantu masyarakat. Kedepannya semoga lebih baik lagi,” pungkasnya. [nm/ted]






