Kediri (beritajatim.com) – USAID mengelar pelatihan kepada para penyandang disabilitas wanita asal Kota Kediri Jadi Pengusaha Mandiri (JAPRI) People With Dissability (PWD), Senin (8/3/2021).
Ketua Penyadang Disabilitas Kota Kediri Munawaroh mengatakan peluang untuk menjadi seorang pengusaha sukses tidak hanya untuk orang tertentu, melainkan bagi siapapun yang berkemauan tinggi, termasuk disabilitas.
[berita-terkait number=”5″ tag=”disabilitas”]
“Kegiatan itu sebagai upaya memberikan pelatihan kewirausahaan agar mereka berdaya terlebih lagi saat pandemi Covid-19 ini,” ungkap Munawaroh.
Para disabilitas mendapat pelatihan bagaimana menjadi seorang wirausaha sesuai dengan minat dan kemampuan mereka. Kegiatan ini juga untuk memupuk kepercayaan diri sehingga mereka menjadi lebih sejahtera.
Terlebih lagi, saat ini masih pandemi Covid-19, sehingga para penyandang disabilitas pun bisa memafaatkan pelatihan ini untuk berkarya. Hasil produknya pun bisa dijual secara online. “Tujuannya demi tercapainya kesejahteraan sosial bagi teman-teman disabilitas, meski terbatas bukan berarti tidak bisa berkreativitas,” ungkap Munawaroh.
Sementara itu Mangapul Sinaga, Direktur Proyek JAPRI PWD USAID Pengusaha PWD mengungkapkan program ini akan berlangsung selama setahun penuh. Selain mendapat pelatihan berwirausaha, mereka akan mendapatkan pendampingan hingga benar-benar bisa berwirausaha mandiri.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kediri”]
Berbagai materi diajarkan misalnya tentang dasar-dasar usaha hingga pendampingan dalam berwirausaha. Materi-materi yang diajarkan beragam, mulai dari dasar-dasar berwirausaha, ilmu pemasaran, hingga inspirasi dan motivasi yang diharapkan dapat membangun semangat peserta.
“Seperti bagi contohnya bagi penyandag tuna netra. Sebagain dari mereka bekerja sebagai tukang pijat. Lalu bagaimana seperti pandemi saat ini? Oleh sebab itulah kita berikan pelatihan bagi mereka dan sesuai dengan kemampuan mereka,” ungkap Mangapul. [nm/suf]






