Surabaya (beritajatim.com) – Kesehatan menjadi hal penting bagi kita. Tidak hanya untuk orang tua, bahkan anak-anak hingga remaja perlu menjaga kesehatan dengan baik.
Setelah dua hingga tiga tahun lalu kita dihebohkan dengan kemunculan covid19 hingga saat ini terus berkembang, kali ini muncul penyakit misterius yaitu gagal ginjal akut pada anak-anak.
Kasus Gangguan Ginjal Akut pada Anak membuat pemerintah melakukan aksi dan penyelidikan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dan tim dokter RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk mengetahui penyebab tingginya angka dari penyakit misterius kasus gangguan ginjal pada anak.
Adapun langkah yang sudah dilakukan Kementerian Kesehatan adalah menerbitkan tata laksana dan manajemen klinis gangguan ginjal akut progresif atipikal untuk dijadikan sebagai kerangka acuan bagi fasilitas kesehatan. Apabila di daerah sekitar mereka, ada kasus anak yang menderita penyakit tersebut, maka dapat segera diatasi.
Selain itu, warga dianjurkan untuk tetap tenang atau tidak panik. Pasalnya, pemerintah sudah menangani kasus ini dengan baik dan sedang dalam proses penyelidikan terhadap tingginya penderita.
[berita-terkait number=”5″ tag=”kesehatan”]
Dari hasil laporan IDAI, kasus gangguan ginjal akut atipikal atau gangguan ginjal akut misterius terus mengalami peningkatan setiap harinya hingga saat ini sudah adalah lebih dari 150 anak yang menderita penyakit gangguan ginjal akun dari 16 provinsi yang ada di Indonesia.
Itu baru saja data yang tercatat dan melaporkan, belum tentu ada penderita lainnya yang belum sempat teridentifikasi dengan baik.
Dari sekian banyaknya laporan, daerah DKI Jakarta menjadi penderita terbanyak, kemudian Jawa Barat, Sumatera Barat, Aceh, Bali, dan Yogyakarta.
Tentu saja ini bukanlah masalah sepele sehingga tidak dapat dianggap remeh. Maka dari itu, para orang tua perlu waspada apabila ada anak-anak yang menunjukkan beberapa gejala awal seperti batuk, pilek, diare, muntah, dan jumlah urine sedikit, atau tidak ada produksi urine sama sekali, sebaiknya lakukan tindakan lanjutan.
Selain itu, anjurkan anak-anak untuk melakukan langkah preventif seperti minum air putih yang rutin setiap hari. (prd/nap)






