Surabaya (beritajatim.com) – PT Tirta Investama (AQUA Banyuwangi) turut mendukung program pemerintah dalam rangka menurunkan angka stunting.
Hal tersebut diimplementasikan melalui program CSR yang berkolaborasi dengan pemerintah serta masyarakat secara langsung.
Pada tahun 2023 ini, AQUA memiliki desain besar program yang bermuara pada penurunan angka stunting khususnya di desa sekitar pabrik, yaitu Desa Benelan Kidul, Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi.
Kepala Pabrik AQUA Banyuwangi, Achmad Afandi mengatakan, program tersebut akan mengisi program pemerintah, mana yang perlu dilengkapi dan diakselerasikan.
“Nantinya program penurunan stunting tersebut akan mengintervensi gizi, air bersih, hingga pengelolaan sampah dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat,” kata Achmad Afandi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (23/08/2023).
Melalui program yang tidak hanya soal gizi ini, kata dia, pihaknya berharap intervensi kesehatan lingkungan dan air bersih mampu mempercepat proses penurunan stunting di masyarakat.
“AQUA sebagai perusahaan yang menjunjung tinggi aspek kesehatan di masyarakat, sesuai dengan tagelinenya One Planet One Health tentunya persoalan stunting menjadi persoalan kesehatan yang serius,” katanya.
Achmad mengatakan, Integrasi antara gizi, air bersih, dan pengelolaan sampah ini terlihat pada kegiatan program yang sampai hari ini terus dilakukan. Melalui pengoraganisasian dan advokasi kebijakan, AQUA telah membangun sarana air bersih yang mengalir pada 183 rumah masyarakat.
Air bersih tersebut dikelola oleh HIPPAM dan telah lolos uji batas maksimal kelayakan air di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Banyuwangi.
Kemudian pada intervensi pengelolaan sampah, AQUA telah memfasilitasi sarana prasarana, membangun rintisan TPS 3R, membentuk tata kelola, dan edukasi pada masyarakat dan lembaga pendidikan. Pengelolaan sampah ini telah mengelola sampah dari 197 KK di Desa Benelan Kidul.
“Fasilitasi air bersih yang berguna untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat kita hadirkan dengan kualitas yang terbaik. Kedalamannya kurang lebih 100 m, airnya juga kita cek, pengelolaan dan perdesnya kita dampingi, termasuk dalam hal fasilitasi pengelolaan sampah desa. Sehingga syukur alhamdulillah bisa diterima dengan baik di masyarakat,” katanya.
Selajutnya dalam hal gizi, kata dia, AQUA telah mengedukasi 324 masyarakat, baik remaja, ibu hamil, dan menyususi tentang edukasi pencegahan stunting.
[berita-terkait number=”3″ tag=”banyuwangi”]
Dengan melibatkan bidan dan kader desa, AQUA mendesain penanganan stunting ini lebih dekat ke masyarakat. Prioritas penanganan bagi balita stunting, ibu KEK, dan suspect stunting telah termonitor dan menjadi basis data intervensi kedepannya.
Sementara itu, Bidan Desa Benelan Kidul, Heny Wulandari yang juga merupakan stakeholder kolaborasi program CSR ini mengatakan pihaknya sangat bersyukur dan berterima kasih telah dibantu dan didampingi untuk menurunkan stunting bersama – sama.
“Kami tidak menemukan kata lain dari program CSR AQUA, selain sangat bermanfaat. Perlibatan kader, peningkatan sumber daya manusia, edukasi dan monitoring yang lebih dekat dari rumah ke rumah itu menjadi terobosan program yang luar biasa,” ujar Heny Wulandari.
Program yang berfokus pada pencegahan stunting meliputi edukasi dan pelatihan pentingnya gizi pagi ibu hamil dan menyusui, kesehatan lingkungan, pola asuh anak, pelatihan isi piringku, monitoring door to door, serta fasilitasi alat kesehatan untuk layanan di Desa Benelan Kidul.[asg/ted]






