Kediri (beritajatim.com) – Penukaran uang baru untuk kebutuhan lebaran di Kediri rawan tindak kriminal. Masyarakat yang menukarkan uangnya bisa menjadi korban kejahatan.
Hal ini diakui oleh Kapolsek Mojoroto Kompol Mukhlason. Menurutnya, penukar uang bisa menjadi obyek tindak pidana.
“Kalau bapak dan ibu membutuhkan pengawalan Kepolisian, saya persilahkan. Itu gratis dan tidak dipungut biaya sepeserpun,” tegas Kompol Mukhlason, pada Senin (27/3/2023).
Sudah menjadi tradisi, pada bulan ramadhan ini banyak masyarakat yang menukarkan uangnya untuk kebutuhan lebaran. Bersamaan itu, jasa penukaran uang baru juga bermunculan.
BACA JUGA : Antisipasi Banjir, Mas Abu Cek Saluran Air di Kota Kediri
Sementara itu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kediri memfasilitasi kebutuhan uang baru masyarakat melalui program bertajuk Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) 2023.
Penukaran uang baru resmi Bank Indonesia ini berlangsung di GOR Jayabaya Kota Kediri. Bank Indonesia memberikan layanan penukaran uang pecahan rupiah selama Ramadhan 1444 Hijriah.
Kompol Mukhlason mengimbau kepada masyarakat yang melakukan penukaran uang agar tetap waspada, baik saat berangkat dan pulangnya, karena, yang namanya kejahatan itu datangnya bisa kapan saja.
Lebih lanjut, Kapolsek mengatakan, masyarakat bisa menghubungi nomor telepon pribadinya (bisa melalui WhatsApp) atau Hotline Kantor Polsek Mojoroto.
“Masyarakat tidak perlu segan untuk menghubungi kami apabila membutuhkan bantuan kepolisian,” terang mantan Kapolsek Ngadiluwih itu.
BACA JUGA : Tak Hanya Pecel, 3 Kuliner Ini Ada di Jalan Dhoho Kediri
Kapolsek Mojoroto ini memang memiliki cara tersendiri dalam mengetahui persoalan di wilayah hukumnya secara cepat. Salah satunya, membagi nomor telepon pribadinya ke warga. Meskipun, risikonya adalah notifikasi di HP-nya menjadi sering berdering/ berbunyi.
Mantan atlet Nasional judo ini sangat tanggap dengan berbagai aduan yang disampaikan warga. Seperti soal perang sarung yang hampir pecah, pada Jumat dini hari (24/3/2023) kemarin.
Laporan itu masuk ke gawainya pada hari Jumat dini hari. Meski masih petang, tetapi dia langsung tancap gas menuju TKP. Hasilnya, puluhan anak yang rata – rata masih di bawah umur berhasil diamankan. [nm/ted]






