Kediri (beritajatim.com) – Salah satu produsen makanan tradisional Madumongso di Kabupaten Kediri, Jawa Timur kebanjiran order pada saat ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri 1443 H. Untuk lebaran tahun ini, jumlah produksi Madumongso mencapai 2,5 ton.
Pemilik usaha Madumongso, Binti Sholilah berada di Desa Jatirejo, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri. Perempuan 52 tahun ini mengaku, mulai merintis usahanya, sejak 2019 lalu.
Binti mengaku, mempertahankan resep warisan dari orang tua yang diturunkan kepadanya. Dari awal memulai usaha hanya dikerjakan seorang diri, kini Binti telah memiliki sejumlah karyawan.
[berita-terkait number=”4″ tag=”Kediri”]Perempuan pekerja keras ini mengaku, jumlah permintaan Madumongso tahun sebelumnya hanya 2 ton, namun pada tahun ini naik menjadi 2,5 ton. “Ya tahun ini kita tingkatkan sedikit. Kalau tahun kemarin kita produksi sekitar 2 ton, tapi kalau tahun ini Insya Allah kita tambah jadi 2,5 ton,” katanya.
Untuk memenuhi permintaan sebesar 2,5 ton Madumongso, Binti harus memperkerjakan 20 orang karyawan. Para pekerja berasal dari ibu-ibu rumah tangga di sekitar rumahnya. Mereka, karyawan bagian produksi, pengemasan dan tenaga angkut.
“Untuk bahan-bahan yang digunakan mudah dicari. Sebab, saya sudah punya langganan. Bahkan, sebelum ramadan, saya sudah mempersiapkan terlebih dahulu,” katanya.
Tidak mudah untuk membuat kue Madumongso yang enak. Sebab, harus melalui proses yang cukup panjang. Tetapi, karena sudah berpengalaman, Binti mampu menghasilkan Madumongso yang enak dan legit, khas jajanan tradisional yang identik dengan lebaran dan acara hajatan itu.
Binti mempunyai tiga varian kue Madumongso. Varian pertama dari bahan ketan putih yang dibandrol dengan harga Rp 65 ribu per kilogram (kg). Kemudian, varian kedua dari bahan ketan hitam dengan harga lebih mahal Rp 70 ribu per kg. Terakhir varian warna-warni dengan harga paling mahal Rp 85 ribu per kg.
Karena memiliki cita rasa enak, sudah barang tentu Madumongso buatan Binti banyak diburu. Rara-rata konsumennya adalah pelanggan tetap yang sudah ketagihan dengan kue buatan Binti.
Binti menyebut, konsumennya tidak hanya datang dari Kediri saja. Melainkan juga dari luar kota. Ada yang berasal dari Surabaya dan Ibu Kota Jakarta. Bahkan, tembus pasar Macan Negara.
“Ada yang pesan dari luar negeri. Yang pernah kami layani dari Hongkong dan Saudi Arabia,” tutupnya. [nm]






