Sidoarjo (beritajatim.com) – Kerja keras para Bonek dalam menyikapi kasus perampasan HP disertai penganiayaan yang menimpa anggota Bonek dari Tuban, TKP di wilayah Krian, beberapa waktu lalu, membuahkan hasil.
Para pentolan Bonek berhasil mengamankan tiga orang terduga pelaku penganiayaan dan selanjutnya diserahkan ke Polsek Krian.
Azid Ziyad, salah satu pimpinan Bonek Krian mengatakan bahwa ketiga terduga berhasil diamankan di tempat yang berbeda. Pertama yang berhasil diamankan adalah BT, warga Trosobo, dan RSY alias Unyil warga Sumedang, Jawa Barat.
[berita-terkait number=”5″ tag=”penganiayaan”]
“Keduanya berhasil diamankan di daerah Ketapang, Banyuwangi. Saat kita amankan keduanya bersembunyi di kamar mandi,” ucapnya Senin (7/2/2022).
Lanjut Azid, untuk terduga pelaku ST, warga Kediri, berhasil diamankan oleh Cak Tessi Cs (dirigen Bonek). Di tempat persembunyiannya yang berada di kawasan Ngagel, Surabaya.
“Terduga pelaku ST, sudah diamankan oleh kelompok Cak Tessi,” ungkapnya.
Ditambahkan Azid, selanjutnya ketiga orang terduga pelaku perampasan dan penganiayaan diserahkan ke Polsek Krian untuk proses hukum. Sementara untuk pelaku lainnya, masih tetap dilakukan pencarian.
Dalam pencarian ini, pihaknya selalu menekankan kepada anggota Bonek di seluruh penjuru Jawa Timur, untuk bertindak sportif atau tidak main hakim sendiri dalam menyikapi perkara tersebut.
“Alhamdulillah, sampai saat ini, anggota Bonek tetap sportif dan menyerahkan proses hukum, kepada pihak yang berwajib sepenuhnya,” tegasnya.
Sementara itu Kapolsek Krian, Kompol Gatot Setiya Budi menjelaskan bahwa ketiga terduga pelaku yang sudah diamankan oleh anggota Bonek dan sekarang diserahkan ke Polsek Krian. Sekarang sedang dimintai keterangan oleh penyidik. “Masih dilakukan pemeriksaan, mas,” ujar Gatot dengan singkat.
Perlu diketahui peristiwa itu terjadi pada Rabu (26/1/2022), saat itu, enam suporter Persebaya atau Bonek asal Tuban akan berangkat mendukung Persebaya yang berlaga di pulau Bali. Saat keenam Bonek itu melintas di Bypass Krian, mereka dihentikan oleh kelompok pelaku.
Beberapa saat kemudian keenam Bonek itu diberi makan dan minum, selanjutnya Bonek itu diajak pesta miras. Saat mereka mulai tak sadar itulah, handphone mereka dirampas oleh para terduga pelaku.
Salah satu Bonek melawan, akhirnya para pelaku menghajar Bonek itu dengan menggunakan paving hingga pingsan. Sedangkan Bonek yang lain disekap oleh para pelaku.
Pada akhirnya Bonek yang disekap itu berhasil kabur dan melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Krian. Sedangkan Bonek yang dipukul paving dilarikan ke Rumah Sakit Anwar Medika, untuk mendapatkan penanganan medis. (isa/kun)






