Tuban (beritajatim.com) – Peringati hari musik nasional 9 maret, ratusan musisi Tuban gelar event musik yang bertempat di Dapur rakyat Tuban.
Dalam acara tersebut, berbagai genre musik ditampilkan, salah satunya musik tradisional kontemporer oleh sekelompok organisasi sanggar kesenian yang berada di Desa Sukorejo, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban.
Pembina sanggar Ngripto Raras, Eko Hardoyo mengungkapkan peringatan hari musik tahun ini anak – anak dari sanggar Ngripto Raras diundang dan menampilkan musik kreatif kontemporer gamelan jawa yang dipadukan dengan alat musik lainnya.
“Jadi kita menyajikan musik anti mainstream bukan band, bukan dangdut juga bukan keroncong. Bisa dikatakan ini musik yang kita kreasikan sendiri dengan menggunakan alat musik gamelan Jawa, kecapi, rebab dan keyboard,” ucap Eko Hardoyo.
Eko sapaannya menambahkan, biasanya para anak muda di Sanggar Ngripto Raras mengiringi musik untuk wayang yang disebut klentengan. Namun, spesial hari musik nasional menyajikan musik tradisional kontemporer.
“Jadi awalnya tahun 68 bapak saya seniman memiliki sanggar ini dengan mama Laras, saya termasuk penerusnya dan semakin saya kembangkan mulai dari pelegalan formalitas juga. Lalu saya banyak mengajak anak – anak muda yang ada di desa saya untuk mencintai seni,” ungkap Eko.
Setelah anak – anak ini mencintai seni, akan kita sesuaikan dengan kemauannya. Ada yang seni tari, karawitan, dalang dan teater. Mulai dari anak – anak dibangku Sekolah Dasar sampai ke tingkat SMA.
“Hari ini yang ikut tampil rata – rata anak SMA. Ada juga yang sudah belajar musik tradisional dari SD sampai sekarang sudah berjalan 4 tahun. Ternyata anak – anak desa ini banyak potensi,” kata Eko.
[berita-terkait number=”3″ tag=”pemkab-tuban”]
Eko awalnya mengajak anak – anak desa untuk melestarikan seni budaya sebab perlunya regenerasi, terlebih di desa banyak anak yang berpotensi tapi jauh dari kota, sehingga adanya sanggar ini bisa memberi wadah untuk perkembangan seni budaya.
“Bahkan selain dari Desa Sukoharjo, anak – anak muda boleh ikut, terbuka buat siapa saja, ada dari Kecamatan Senori, Bangilan dan Kabupaten Bojonegoro,” tambah Eko.
Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Disbudparpora Tuban, Sumardi menyampaikan selamat hari musik nasional, terutama kepada para musisi di Tuban, pihaknya sangat mengapresiasi dengan adanya kegiatan seperti ini bisa meningkatkan potensi seni musik di Kabupaten Tuban.
“Saya lihat banyak seniman musik yang karyanya sangat luar biasa, ada musik kontemporer, unen – unen, keroncong, dangdut, pop modern dan rata – rata yang ada disini mempunyai karya ciptaan sendiri ini, tentu kami dari Pemkab Tuban sangat bangga,” tutur Sumardi.
Serta pihaknya berharap bahwa musisi – musisi Tuban ini terus berkarya untuk kemajuan Kabupaten Tuban. “Kami sampaikan rasa bangga setinggi – tingginya untuk semua yang terlibat dalam acara kontribusi musisi untuk negeri ini, semoga kedepan kegiatan seperti ini terus berkembang,” pungkasnya. (ay/ted)






