Malang (beritajatim.com) – Seorang pengusaha Batik Tulis Lintang di Kabupaten Malang nyaris menjadi korban penipuan. Untuk menyakinkan korbannya, pelaku bahkan mengaku anggota Polda Jatim dan mengirimkan Kartu Tanda Anggota Polisi yang diduga palsu tersebut.
Kronologi kejadian ini bermula saat Ita Fitriyah, Owner Batik Lintang, menerima pesan melalui WhatsApp dari penipu. Pelaku berpura-pura hendak memesan kain batik tulis dalam jumlah cukup banyak.
“Pelaku menyebut institusi Polda Jatim, dan saya senang. Sebagai pembatik tentu sangat senang saat ada klien yang membeli batik untuk seragam institusinya kan,” ungkap Ita, Selasa (10/8/2021).
Menurut Ita, pelaku mengirimkan pesan WA dengan nomor 083835143474 untuk membeli batik sambil mengirimkan kartu identitas KTA anggota Polda Jatim atas nama Briptu Deny Hermawan, SH.
Melalui WhatsApp, orang yang mengaku oknum Briptu tersebut mengabarkan sudah mengirimkan uang sebesar Rp 8,5 juta. “Kemudian saya konfirmasi jika nilai yang ditransfer terlalu banyak. Cukup gembira sih, namun ketika saya cek ke ATM ternyata saldo tidak bertambah, dan yang lebih aneh lagi saya dipaksa harus mengembalikan uang tersebut atau transfer ke nomor rekening bank lain,” beber Ita.
Mengetahui ada yang janggal, Ita kemudian memberitahu suaminya, D Indra. Untuk memastikan pemesan ada seorang polisi, Indra bahkan sempat menelepon koleganya yakni Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto.
“Kata pak Kapolresta, kartu tersebut dipalsukan karena tidak sesuai dengan NRP yang bersangkutan, fix itu penipuan,” tutur Indra menirukan pesan Kapolresta.
[berita-terkait number=”5″ tag=”penipuan”]
Pelaku penipuan juga mengancam akan mengirimkan anggotanya lantaran kesal, korban tidak segera mentransfer uang sesuai keinginannya. “Kami tidak ingin salah langkah apalagi ini atas nama Polda, tapi ketika ada ancaman-ancaman maka saya harus mengambil langkah,” tegas Indra yang juga Direktur Marketing Batik Lintang itu.
Indra menambahkan, pihaknya berencana melaporkan modus penipuan mengatasnamakan Polda Jatim ini, agar tidak ada korban lainnya. Sekaligus agar tidak menciderai citra Polda Jatim yang saat ini, tengah berjuang melawan wabah Pandemi Covid-19. “Semoga tidak ada korban lagi. Karena ini cukup meresahkan,” pungkas Indra. [yog/suf]






