Jombang (beritajatim.com) – Pengurusan e-KTP (Kartu Tanda Penduduk elektronik) di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Jombang meningkat 100 persen. Banyak faktor sebagai pemicu, salah satunya karena mendekati Pemilu 2024.
Kepala Dispendukcapil Jombang Masduqi Zakaria mengungkapkan, sebelumnya permohonan rekam dan pencetakan KTP elektronik antara 100 hingga 250 orang per hari. Namun mendekati pemilu meningkat menjadi 600 bahkan 700 per hari.
“Selain karena mendekati pemilu, ada banyak faktor lain. Di antaranya karena momen libur panjang. Banyak anak-anak sekolah yang datang. Mereka meminta perekaman e-KTP. Karena kalau perekaman di sekolah, mereka pakai seragam. Kurang keren, begitu alasannya,” kata Masduqi.
Selain itu, Dispendukcapil juga mengirim surat ke Pemdes (Pemerintahan Desa) melalui camat. Isinya, meminta masyarakat yang sudah masuk DP4 (Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu), untuk melakukan perekaman.
“Permintaan perekaman dan pencetakan KTP elektronik juga karena ada sejumlah warga yang KTP-nya hilang maupun rusak. Nah, hal-hal itulah yang membuat pengurusan e-KTP di Jombang meningkat tajam,” jelasnya. [suf]






