Pamekasan (beritajatim.com) – Sebagai upaya strategis memperkuat peran pemuda dalam memerangi penyalahgunaan narkoba, acara Pengukuhan Kader Inti Pemuda Anti Narkoba (KIPAN) dan Bimbingan Teknis (Bimtek) sukses digelar di Hotel Cahaya Berlian, Pamekasan, pada Kamis (10/10/2024).
Kegiatan ini diinisiasi oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (DISPORAPAR) Kabupaten Pamekasan untuk membekali pemuda dengan pengetahuan dan keterampilan menghadapi ancaman narkoba di masyarakat.
Acara dihadiri oleh sejumlah tamu penting, termasuk Kapolres Pamekasan, Kadisporapar Kabupaten Pamekasan Drs. Fathorrachman, M.Si, serta perwakilan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) dan pemerintah daerah.
Asisten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Pamekasan, Didik Hariadi, melakukan pengukuhan para kader dan menekankan pentingnya peran pemuda sebagai garda terdepan dalam melawan bahaya narkoba.
“Kegiatan pengukuhan dan bimtek ini membantu agen anti-narkoba yang lebih efektif dalam menjalankan tugas di masyarakat. Kader Pemuda Anti Narkoba ini dapat menciptakan generasi muda yang tangguh dan berperan aktif dalam mengatasi masalah narkoba yang semakin kompleks di Kabupaten Pamekasan,” ungkap Didik Hariadi.
Acara ini tidak hanya diisi dengan pengukuhan, tetapi juga bimbingan teknis yang menghadirkan narasumber dari BNN Kabupaten Sumenep, Bambang Sutrisno, S.E., M.E., dan Pembina KIPAN Jawa Timur, Zainul Arifin. Mereka membagikan strategi pencegahan narkoba, mengenalkan jenis-jenis narkotika, serta pendekatan efektif dalam sosialisasi anti-narkoba di kalangan pemuda.
Para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi selama acara. Salah satu anggota KIPAN dari Kabupaten Pamekasan, Samin, menyatakan semangatnya untuk berkontribusi dalam memerangi narkoba di komunitasnya. “Kami sebagai pemuda merasa terpanggil untuk berkontribusi dalam memerangi narkoba, dan Bimtek ini memberi kami bekal yang sangat berguna untuk itu,” ujarnya.
Acara diakhiri dengan penyerahan kaos simbolis kepada para kader sebagai bentuk komitmen mereka untuk menyelenggarakan kegiatan lanjutan di daerah masing-masing. Para kader diharapkan menjadi penggerak utama dalam mengedukasi masyarakat tentang bahaya narkoba.
Dengan adanya program kaderisasi ini, diharapkan semakin banyak pemuda yang terlibat aktif dalam pencegahan narkoba di seluruh Indonesia, demi melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika. [asg/beq]






