Pamekasan (beritajatim.com) – Ketua PCNU Pamekasan, KH Taufik Hasyim meminta warga Nahdliyin menahan diri terkait insiden penghadangan oleh sekelompok masyarakat terhadap KH Ma’ruf Amin di Desa Jambaringin, Proppo, Senin (1/4/2019) lalu.
Bahkan menurutnya, insiden tersebut tidak bisa diterima ketika ada tokoh NU yang diperlakukan tidak baik dengan prakata kotor yang sangat tidak mencerminkan karakter warga Madura. Baik secara pribadi maupun bagi warga Nahdliyin secara keseluruhan.
“Secara pribadi, hati kami sebenarnya sangat sakit. Tapi kami ingat saran para pengurus NU Jatim dan Pusat, serta para kiai sepuh agar selalu bersabar. Termasuk pesan langsung dari Kiai Ma’ruf,” kata KH Taufik Hasyim, berdasar keterangan tertulis yang diterima beritajatim.com, Senin (8/4/2019) malam.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pilpres-2019″]
Namun pihaknya menilai sikap tersebut tidak mencerminkan karakter masyarakat Madura, yang identik dengan hormat dan taat pada ulama. “Padahal tradisi yang tertanam di masyarakat kita adalah menghormati ulama, meskipun beda dalam pilihan politik,” ungkapnya.
Hanya saja pihaknya khawatir insiden tersebut bisa memicu reaksi dari warga Nahdliyin khususnya di Pamekasan. “Kami mengimbau agar warga Nahdliyin tetap menahan diri dan tetap satu komando dibawah koordinasi PBNU, PWNU dan PCNU,” imbau Hasyim.
“Dari itu kami mengimbau sekaligus meminta kepada semua pihak untuk menghormati perbedaan pilihan dalam politik, demi terwujudnya pelaksanaan pemilu damai dan bermartabat,” pungkasnya. [pin/ted]






