Ponorogo (beritajatim.com) – Sebanyak 20 pengasuh pesantren dan ratusan tokoh masyarakat (tomas) dari wilayah Mataraman (Ponorogo, Pacitan, Magetan dan Ngawi) melakukan ikrar untuk mendukung calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Ikrar dukungan untuk pasangan calon (paslon) nomor urut 02 itu, diinisiasi oleh Gerakan Santri Ndeso (GSN). Kegiatan ini dilakukan di wilayah Ponorogo, tepatnya di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Amin Hudatul Muna Jenes Kelurahan Brotonegaran Ponorogo.
Kegiatan dukungan diawali dengan istighotsah yang dipimpin Kiai Syahrul Munir dari Ponpes Masduqi Toyyib Ponorogo. Kemudian dilanjutkan dengan koordinasi dan konsolidasi pemenangan 02 oleh tim GSN Mataraman dan dilanjutkan ikrar deklarasi dukungan yang dipimpin oleh koordinator pusat Gerakan Santri Ndeso (GSN) HA. Riyadh Yhudana .
Selain dihadiri koordinator pusat GSN HA. Riyadh Yhudana dan juga hadir pembina GSN KH Iffatul Lathoif atau yang biasa dipanggil Gus Thoif dari Ponpes Al Falah Ploso Mojo Kediri sekaligus wakil ketua Jaga Nusantara (Jaringan Gawagis Nusantara).
“Kurang lebih 20 pengasuh pesantren, koordinator mataraman, koordinator kota/kabupaten di wilayah Ponorogo, Pacitan , Magetan dan Ngawi serta ratusan tokoh masyarakat hadir dalam kegiatan ini. Kegiatan digelar dalam rangka merapatkan barisan untuk berikhtiar dhohir bathin memenangkan capres Bapak Prabowo Subianto dan Mas Gibran Rakabuming Raka, insyallah satu putaran,” ungkap HA. Riyadh Yudhana selaku koordinator pusat Gerakan Santri Ndeso (GSN), Sabtu (6/1/2024).
Seperti diketahui Gerakan Santri Ndeso (GSN) adalah komunitas yang terdiri dari kiai muda pengasuh pondok pesantren, kiai thoriqoh dan aktifis muda NU. Mereka yang lahir dengan originalitas sebagai keluarga besar santri tentu mempunyai kesamaan cita-cita bersama dalam rangka mengisi dan menghias Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Yakni dengan pikiran, gagasan, serta gerakan. Sebagaimana peran aktif pesantren dan santri baik sebelum dan sesudah kemerdekaan, yang akan selalu melahirkan insan yang tidak hanya pintar tetapi juga benar. Selain itu juga tempat tumbuh kembangnya jiwa-jiwa yang nasionalis dan religius.
“Presiden Joko Widodo dengan kepemimpinan dua periode ini, secara umum terjadi peningkatan pertumbuhan ekonomi serta percepatan pembangunan insfrastruktur yang luar biasa, yang tentunya berdampak bagi kesejahteraan rakyat. Ditambah komitmen serta keberpihakan Pemerintah untuk terus memberikan perhatian dan dorongan lebih kepada pondok pesantren untuk dapat melahirkan sumber daya manusia yang unggul dan berakhlak mulia yang memiliki kemampuan tinggi, dan yang bisa berkompetisi dengan negara lain, tentu perlu diapresiasiakan. Dan sebagai puncak komitmen itu dengan ditandai 22 Oktober 2015 lalu, Presiden Joko Widodo telah secara resmi menetapkan tanggal tersebut sebagai Hari Santri Nasional,” ungkap HA. Riyadh Yhudana .
Lebih lanjut, HA Riyadh, mengingat perlunya keberlangsungan meneruskan program kepemimpinan nasional, maka bagi Gerakan Santri Ndeso (GSN) menganggap perlu figur sosok pemimpin yang bisa melanjutkan tongkat estafet Presiden Joko Widodo.
“Kemudian permufakatan, komitmen, serta pertanggungjawaban dalam semangat kebangsaan dan keumatan, Gerakan Santri Ndeso (GSN) memutuskan sikap memilih dan siap mendukung pasangan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka dalam Pemilu Capres-Cawapres ditahun 2024. Salah satu pertimbangan bahwa Bapak Prabowo sesuai pesan Gus Dur, ialah orang paling ikhlas, juga memiliki pengalaman sebagai purnawirawan, seorang jenderal yang humanis, dan jelas berpihak untuk rakyat. Dan alasan memilih Mas Gibran, karena merupakan representatif dari kaum milenial, yang sekaligus mewujudkan pesan ulama bahwa pemuda hari ini merupakan pemimpin di masa depan dengan program andalan yang pro santri adalah Dana Abadi Pesantren,” pungkasnya. [end/beq]






