Pendidikan & Kesehatan

Universitas Narotama Gelar Workshop Peningkatan Pemanfaatan Pembelajaran IT pada Guru PAUD

Surabaya (beritajatim.com) – Bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kota Surabaya dan Komunitas Guru Pembelajar Surabaya, Universitas Narotama Surabaya mengadakan Workshop Peningkatan Pemanfaatan Pembelajaran IT pada Guru PAUD Abad 21, Sabtu (27/3/2021) di Hotel Bidakara Tegalsari.

Workshop yang menghadirkan Mamik Suparmi, M.Pd selaku Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan Dispendik Surabaya dan Dr. Hj. Gunarti Dwi Lestari M,Si.,M.Pd selaku Kapordi S2 PLS Unesa sebagai pembicara itu dihadiri oleh para guru dan pengelola PAUD.

Dalam workshop tersebut, Mamik menjelaskan bahwa salah satu hal penting yang menjadi agenda atau fokus dari implementasi Kurikulum 2013 atau K-13 adalah Pembelajaran Abad 21. “Implementasi pembelajaran Abad 21 pada K-13 adalah untuk menyikapi tuntutan jaman yang semakin kompetitif,” tuturnya.

Ada 4 kecakapan yang harus dimiliki siswa melalui pembelajaran sebagai suatu tantangan di Abad 21 yang disebut sebagai 4C yang tercermin dari K-13, antara lain adalah Creativity and Innovation, Critical Thinking and Problem Solving, Communication, serta Collaboration.

“C yang kelima yang dibutuhkan adalah Computational Thinking. Computational Thinking adalah kombinasi dari kebiasaan mental yang berdisiplin, sikap ketabahan, dan kecakapan sosial yang penting. Computational Thinking memungkinkan kita untuk tidak sekadar menggunakan teknologi tapi juga mencipta dengan teknologi,” papar Mamik.

Lalu bagaimana mengajarkan Computational Thinking pada anak usia PAUD? Mamik menjelaskan, adalah dengan mengenalkan sejak dini dan sesering mungkin. “Untuk siswa PAUD, cara mengajarkan computational thinking adalah dengan 4 tahap, yaitu Dekomposisi, Pengenalan Pola, Abstraksi, dan Algoritma,” jelasnya.

Dekomposisi dengan mengajak peserta didik ke dalam skenario pemecahan masalah, Pengenalan Pola dengan mengajak siswa menganalisis objek atau mengidentifikasi kesamaan yang mereka alami. Kemudian Abstraksi dengan memilah informasi yang penting dengan yang kurang terkait, dan selanjutnya Algoritma dengan mengajak siswa mengembangkan solusi untuk suatu masalah.

“Yang terpenting bagi pendidik PAUD adalah memahami bahwa Computational Thinking bukan sebatas kecakapan berpikir, namun juga dalam bersikap dan bertindak dalam mendekati persoalan. Kemudian untuk mencetak profesional masa depan, dibutuhkan pendidik yang paham, terampil, dan bersedia mengajarkan sejak dini. Yang artinya, pengajar mau dan mampu mengintegrasikan Computational Thinking ke dalam kurikulum PAUD,” tutupnya.

Workshop tersebut juga dihadiri oleh Kaprodi PG PAUD Universitas Narotama Surabaya, Rofik Jalal Rosyanafi, S.Pd.,M.Pd, serta Wakil Rektor 1 Universitas Narotama Surabaya, Dr. M. Ikhsan Setiawan. [kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar