Surabaya (beritajatim.com) – UK Petra Surabaya menyuguhkan puluhan bisnis unik dan menarik di Manbision Festival 5.0 x Mr Market. Di situ, ada bisnis karya mahasiswa berkonsep sustainable business dengan memanfaatkan limbah tekstil.
“Sebanyak 28 bisnis rintisan mahasiswa UK Petra dipamerkan dalam bentuk bazaar,” ungkap Sherly R. Tanoto, Sekprodi Business Management UK Petra, ditulis Selasa (14/11/2023).
Berbagai produk mulai dari food and beverages, fashion, hingga kerajinan tangan dari tanah liat, tersaji dengan sangat apik dalam festival tahunan tersebut.
Bahkan, ada bisnis berupa workshop menjahit outfit boneka teddy bear dari Gracea Febrinda, mahasiswa UK Petra. Memilih My Teddle sebagai nama brand, Gracea mengusung konsep sustainable business.
Baca Juga: Fisip UB dan MPR RI Bikin Naskah Akademik Pembuatan RUU
Bermula dari fenomena fast fashion yang membuat kebanyakan orang hanya memakai baju sekali pakai, karena mengikuti trend yang berubah cepat. Dampaknya, limbah tekstil juga semakin meningkat. Padahal limbah tekstil termasuk sampah anorganik yang sulit diurai.
“Saya dan tim mengolah baju bekas menjadi outfit boneka teddy bear. Selain itu, kami juga menawarkan workshop menjahit baju boneka untuk mengasah kreativitas anak-anak. Jadi mereka bisa desain baju boneka sesuai keinginan,” ujar mahasiswi angkatan 2021 itu.
Namun Gracea merinci, semua kalangan mulai dari anak-anak hingga dewasa bisa mengikuti workshop. “Harapannya, industri bisnis bisa semakin ramah lingkungan. Salah satunya lewat bisnis yang saya rintis ini, kedepannya sampah tekstil semakin berkurang,” imbuhnya.
Baca Juga: Kebakaran Tewaskan 2 Lansia di Surabaya Diduga Karena Korsleting Listrik
Rangkaian acara Manbision Festival ini ternyata hasil kolaborasi dari tiga mata kuliah. Ada bazaar dari mata kuliah Kewirausahaan, dan Family Business Strategy Movie Competition yang menampilkan kompetensi dari para mahasiswa mata kuliah Strategi Bisnis Keluarga.
“Small Business Scale Ups Exhibition juga hadir untuk menampilkan produk-produk UMKM dari Mitra Binaan Service Learning mata kuliah Manajemen Pemasaran Terintegrasi,” tambah Sherly.
Sementara Kaprodi Business Management Maria Praptiningsih mengatakan jika kegiatan ini bertujuan agar mahasiswa bisa semakin mengasah dan mempertajam tiga pilar kompetensi utama, yaitu Entrepreneurship, Leadership, dan Family Business Management.
“Ini jadi upaya konkrit kami sebagai pelaksana pendidikan tinggi, dalam membekali generasi muda dengan kompetensi utama, yang saat ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kemajuan ekonomi bangsa Indonesia,” katanya.
Bertema ‘Sailing the High Seas of Business Innovation’, kegiatan ini juga memberi kesempatan untuk berkenalan dengan salah satu kompetisi bergengsi bagi wirausahawan mahasiswa yang menjalankan bisnis secara aktif, yakni lewat Global Student Entrepreneurs Awards (GSEA) Indonesia 2024 Roadshow. [ipl/ian]






