Surabaya (beritajatim.com) – Tim Dosen dan Mahasiswa Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya memberikan pembinaan kepada UMKM Nusantara Pangan Sejati untuk memperluas pasar dan eksplorasi manfaat kesehatan produknya.
“Kami mendapat program pembinaan UMKM berbasis kemitraan, yakni mendampingi satu mitra khusus. Kami berangkat dari persoalan yang dihadapi oleh mitra, yaitu membutuhkan pengembangan pasar untuk ekspor,” ujar Dr Pwee Leng,S.E.,S.H.,M.Kom, anggota tim, Senin (27/11/2023).
Pwee mengatakan, melalui program ini diharapkan dapat mendorong terjadinya kerjasama mutualisme antara kampus dengan mitra. Kerjasama itu khususnya berbentuk pemanfaatan hasil penelitian perguruan tinggi untuk membantu penyelesaian permasalahan mitra.
“Kami membantu untuk melakukan survei untuk bisa memberikan advice kepada mitra nantinya, karena pilihan dia mencoba masuk ke pasar Malaysia dan Singapura. Nanti kami akan memberikan advice, terutama dari sisi regulasi,” ungkap Pwee.
UMKM Nusantara Pangan Sejati sendiri merupakan usaha perorangan dengan merk produk Garlickys. Sebagai usaha kecil dengan 4 karyawan, perusahaan terus berusaha mengembangkan produknya dan gigih memasarkan produk-produk tersebut.
“Produk yang dihasilkan terdiri dari 3 kelompok produk yaitu Garlic butter, Herbs dan Spices. Produk Garlickys telah merambah ke berbagai kebutuhan rempah-rempah untuk rumah tangga, hotel, resto, cafe, maupun professional,” jelasnya.
Baca Juga:
Mahasiswa UK Petra Surabaya Pamerkan Prototype Berbasis Teknologi di Venture Festival 2023
Pwee menilai, usaha rintisan ini masih tergolong kecil dengan hanya 4 karyawan yang membantu di bagian produksi dan administrasi. Namun, jika dikembangkan dengan baik, usaha ini dapat berpotensi berkembang dan bisa membuka lapangan usaha lebih luas.
Karena itu, ia bersama timnya memberikan berbagai pelatihan lewat Forum Group Discussion (FGD) Global Business Insight Session. Dalam forum ini, dipaparkan tips dan trik agar produk olahan makanan UMKM Indonesia mampu masuk ke pasar Malaysia dan Singapura.

dari Translindo Wellgrow
Ada dua seri dalam FGD ini, yakni pada 27 November 2023 dengan mendatangkan narasumber Atiek Rahayu, Professional Freight Forwarding Company. Sedangkan di seri kedua nanti, tepatnya pada 29 November 2023 akan dilakukan bimbingan teknis bersama Disperindag Jatim.
“Hasil FGD akan dipakai masukan untuk mengetahui lebih dalam manfaat dari garlic butter yang nantinya akan menjadi nilai tambah untuk mempromosikan produk tersebut kepada pasar yang lebih luas, baik domestik dan internasional melalui website,” tandasnya.
Adapun tim dosen tersebut terdiri dari Ketua Tim Prof Dr Juniarti, M.si.,Ak.,CA.,CMA dan anggotanya Dr Pwee Leng, S.E.,S.H.,M.Kom, Dr Sienny Thio, s.E.,M.Bus, Dr Herry Christian Palit, S.T.,M.T, Monika Kristanti S.E, M.A, dan Mariana Ing Malelak S.E .,M.SM., M.Rech.
Dalam program tersebut, tim dibantu oleh 9 orang mahasiswa antara lain Agnes Elvania Fortunata, Stefanus Reynaldi Salim, Careen Goldwin, Shakira Wijaya, Joan Cristopall Chandra, Phebe, Joceline Nathania, Vanessa Eugenia, dan Audrey Cerella Widjaja.
Untuk diketahui, program pembinaan UMKM berbasis kemitraan ini mendapatkan pendanaan dari program Kedaireka Kemenristek Dikti dengan total sekitar Rp 150 juta. [adv/ted]






