Pendidikan & Kesehatan

Tempat Tidur Isolasi Tinggal 16 Persen, Pemkab Jember Siapkan 3 Hotel

Bupati Hendy Siswanto

Jember (beritajatim.com) – Meningkatnya kasus konfirmasi positif Covid-19 membuat ketersediaan kamar isolasi di rumah sakit semakin menipis. Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, menyiapkan rencana cadangan.

Bupatu Hendy Siswanto mengatakan, tingkat hunian tempat tidur isolasi Covid sudah mencapai 84 persen. Total jumlah tempat tidur khusus untuk pasien Covid-19 di Jember adalah 358 buah, sebanyak 39 di antaranya adalah untuk ICU (Intensive Care Unit) atau layanan perawatan intensif.

 

“Wajib kami menyiapkan cadangan apabila ini melonjak, (yakni) ada di Hotel Kebonagung, Hotel Jember Indah, dan nanti kami akan kembangkan di Hotel Bandung Permai (jika diperlukan),” katanya, Selasa (29/6/2021).

Namun Hendy berharap hal terburuk tidak terjadi. “Tapi kami akan menyiapkan sesuai saran pemerintah, bahwa (hunian tempat tidur) di atas 70 persen, kami wajib menyiapkan (tempat cadangan),” katanya, Selasa (29/6/2021).

Menurut Hendy, jumlah tenaga medis mulai kurang mencukupi. “RS Daerah dr. Soebandi sudah mulai minta tambahan tenaga medis dari relawan,” katanya. Insentif tenaga kesehatan juga akan dibayarkan 100 persen.

Pemkab juga akan menyiapkan ruang isolasi dan ICU dengan standar covid, dengan memberdayakan ahli statistik dan ahli epidemologi untuk menjelaskan dan menyajikan perkembangan covid. Alat PCR juga disiapkan di seluruh rumah sakit. Selain itu, disiapkan penyekatan untuk ruang covid dan kebutuhan logistik yang mendesak. Antisipasi kemungkinan terbutuk juga dilakukan dengan penambahan tenda untuk rumah sakit lapangan

Pemerintah Kabupaten Jember juga melanjutkan program Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro. Penyekatan dilakukan di daerah yang masuk zona merah, termasuk penyekatan di RT dan RW yang terdampak langsung.

Salah satu penyekatan dilakukan di Kecamatan Sumberjambe. “Kemarin kami juga melakukan di Jalan dr. Soetomo, Kecamatan Kaliwates. Di sana ada satu keluarga, 15 orang kena, dan meninggal satu,” kata Hendy. Kepala desa, rukun tetangga. rukun warga, dan tokoh masyarakat dilibatkan untuk sosialisasi tentang penanganan Covid terhadap masyarakat. [wir/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar