Surabaya (beritajatim.com) – Dua siswa SMAN 5 Surabaya (SMALA) mengembangkan tanaman hias lidah mertua menjadi plester untuk mempercepat penyembuhan luka. Mereka adalah Anggun Widya Damayanti dan Prada Fasya Mirprabarini.
Anggun menjelaskan, tanaman lidah mertua memiliki kandungan antibacterial dan senyawa aktif sehingga mampu melancarkan sirkulasi udara. Sejumlah jurnal internasional juga menyebut jika tanaman ini ampuh menyembuhkan luka.
“Selain itu, lidah mertua juga banyak tumbuh di daerah tropis. Jadi kami mudah mendapatkannya,” ungkap Anggun, Kamis (24/8/2023).
Anggun mengungkapkan, penelitian ini memerlukan waktu hingga 6 bulan dengan melibatkan Fakultas Biologi Universitas Airlangga dalam uji antibacteri. Pada penelitiannya, ia juga membandingkan ekstraksi lidah mertua fresh dan dry, untuk mengetahui konsentrasi tertinggi pada bakteri bagi luka terbuka.
Hasilnya, pada konsentrasi 60 persen dari lidah mertua fresh dapat menghambat bakteri staphylococcus aureus dan pseudomonas aeruginosa pada luka terbuka.
BACA JUGA:
Ombudsman Sebut Sejumlah SMAN di Jatim Terindikasi Curang pada PPDB 2023
Penelitian ini dinamai oleh Anggun dan temannya dengan Sciaplast. Ada 4 tahapan dalam proses pembuatan Sciaplast ini. Pertama, ekstraksi lidah mertua dari kulit sampai daging dengan memotong dadu kecil-kecil dan direndam etanol selama 3 hari.
Setelah daun lidah mertua terekstrak dan melalui proses pengentalan, Anggun dan Prada melanjutkan ke kultur bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa. Kedua bakteri ini dipilih karena menjadi penyebab terbesar infeksi luka.
Selanjutnya, jika bakteri terkultur sudah terlihat koloninya, maka dilakukan uji antibakteri dengan metode difusi, yakni metode untuk menghasilkan area penghambatan atau bulatan di sekitar blank disk yang akan diinject dengan ekstrak lidah mertua.
“Setelahnya, pengamatan dilakukan setelah sehari tahap difusi untuk melihat zona hambat paling besar. Yang paling besar ini yang diaplikasikan pada plester,” papar Anggun.
BACA JUGA:
Siswa SMA Negeri 3 Surabaya Ini Lolos Jambore Nasional Generasi Hijau
Sciaplast ini, kata dia, bakal diujicobakan pada hewan untuk melihat keektifan kinerja penyembuhan luka. Ia juga berencana mengembangkan produksi lebih besar lagi, karena bahan dasar yang ditemukan cukup banyak di lingkungan sekitar.
“Kami akan mengembangkan penelitian ini untuk dikompetisikan pada kejuaraan OPSI Kemdikbudristek,” tandasnya.
Berkat inovasinya ini, Anggun dan Prada meraih medali emas dalan ajang ACE 2023 & ICC 2023 di WIIPA, CEGeoGTech, and University Malaysia Perlis pada 18-20 agustus 2023 lalu. [ipl/suf]






