Pendidikan & Kesehatan

Silat dan Jamu Pahitan, Cara Pemuda Magetan Cegah Covid-19

Latihan Pencak Silat Setia Hati Terate di Desa Milangasri, Kecamatan Panekan, Magetan, Minggu (28/2/2021). [Foto/Ade Mas Satrio]

Magetan (beritajatim.com) – Menerapkan pola hidup sehat adalah salah satu cara dapat terhindar dari penularan Covid-19. Seperti yang dilakukan Anton Suroso, warga Desa Milangasri, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan.

Ia mempercayai bahwa rajin berolahraga serta minum jamu tradisional dapat menangkal Covid-19 yang kini tengah merebak. “Olahraga dan minum jamu mampu meningkatkan imunitas tubuh, sehingga menyehatkan badan. Otomatis tidak mudah terserang virus corona atau Covid-19,” kata Anton, Minggu (28/2/2021).

Anton yang mengaku sebagai seorang pelatih pencak silat Setia Hati, menerapkan cara tersebut kepada siswa didiknya. Jadi, selain diajak melakukan olah fisik juga mengharuskan minum jamu saat waktu istirahat.

“Dengan displin berlatih silat dan juga minum jamu, seluruh anggota dan siswa-siswi tidak akan mudah terserang virus seperti Covid-19,” tutur mantan ketua RT di wilayah Desa Milangasri.

Dalam seminggu, pria berperawakan gemuk ini turut ambil bagian dalam menggembleng para pemuda-pemudi di daerahnya. Mulai pelajaran gerak silat, sopan santun, hingga tips cara menjaga kesehatan. “Kita latihan silat seminggu tiga kali, durasi satu pertemuan sekitar 5 jam,” ungkapnya.

Menurut pemuda yang usianya menginjak 36 tahun itu, pengalaman dan wawasan tentang cara-cara untuk mencegah penularan virus corona atau Covid-19 sedikit banyak didapat ketika sedang berburu berita di berbagai wilayah di Magetan.

“Banyak pengalaman dan ilmu yang saya dapat saat bertugas, apalagi di masa pandemi Covid-19 ini. Tapi, dalam perguruan yang saya ikuti juga ada tradisi yang unik yaitu minum jamu pahitan dari perasan daun pepaya. Alhamdulillah semuanya sehat,” tutupnya. [asg/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar