Pendidikan & Kesehatan

Meski PSBB, Positif Covid-19 di Surabaya, Sidoarjo dan Gresik Tetap Naik

Surabaya (beritajatim.com) – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa memberikan pernyataan pers untuk update data perkembangan kasus Covid-19 di Jatim pada Sabtu (16/5/2020) malam ini.

Pada hari ini merupakan hari kelima penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk Surabaya Raya (Surabaya, Sidoarjo dan Gresik) tahap kedua. PSBB diperpanjang sejak 12 Mei hingga 25 Mei 2020.

Hingga 16 Mei 2020 pukul 20.00 WIB, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) ada 22.613 orang (masih dipantau 4.159 orang), jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) ada 4.822 orang (masih diawasi 2.265 orang) dan positif Covid-19 (coronavirus) 2.088 orang (masih dirawat 1.580 orang).

Surabaya hari ini bertambah 90 kasus baru menjadi 1.035 dan Sidoarjo bertambah 45 menjadi 281. Sedangkan, Gresik bertambah 2 kasus baru menjadi 49.

“Hari ini ada tambahan 167 kasus baru di Jatim. Total ada 2.088 orang yang positif Covid-19 di Jatim. Yang sembuh bertambah 10 menjadi 312 orang. Dan, yang meninggal bertambah 11 menjadi 196 orang,” katanya kepada wartawan, Sabtu (15/5/2020) malam.

Gubernur merinci yang positif 2.088 orang di Jatim itu terdiri dari 1.035 dari Surabaya, 53 Kabupaten Malang, 26 Kota Malang, 7 Kota Batu, 58 dari Magetan, 281 dari Sidoarjo, 49 Kabupaten Kediri, 26 Kota Kediri, 49 Gresik, 10 Kabupaten Blitar, 2 Kota Blitar, 32 Lumajang, 18 Jember, 12 Situbondo, 8 Bondowoso, 4 Banyuwangi, 11 Pamekasan, 32 Tulungagung, 22 Jombang, 20 Nganjuk, 21 Kabupaten Madiun, 13 Ponorogo, 5 Trenggalek, 64 Lamongan, 22 Bangkalan, 9 Pacitan, 28 Bojonegoro, 12 Tuban, 55 Kabupaten Pasuruan, 16 Kota Pasuruan, 43 Kabupaten Probolinggo, 13 Kota Probolinggo, 6 Sumenep, 10 Kabupaten Mojokerto, 4 Kota Mojokerto, 6 Ngawi, 2 Kota Madiun dan 4 Sampang.

Ada 312 yang sudah terkonfirmasi negatif. Artinya, mereka sudah sembuh. Yakni, 18 dari Kabupaten Malang, 12 Kota Malang, 2 Kota Batu, 130 dari Surabaya, 17 dari Sidoarjo, 10 dari Gresik, 9 Lamongan, 2 dari Kabupaten Blitar, 1 dari Kota Blitar, 11 dari Magetan, 3 dari Kabupaten Kediri, 4 Jember, 7 Kota Kediri, 10 Situbondo, 12 Tulungagung, 1 Trenggalek, 5 Nganjuk, 2 Jombang, 2 Kabupaten Mojokerto, 1 Kota Mojokerto, 3 Kabupaten Madiun, 1 Ngawi, 11 Lumajang, 3 Kota Probolinggo, 8 Kabupaten Pasuruan, 7 Ponorogo, 2 Bondowoso, 4 Bangkalan, 6 Pamekasan, 2 Tuban, 2 Kabupaten Probolinggo, 1 Kota Pasuruan, 1 Pacitan, 1 Sumenep dan 1 Banyuwangi.

Sementara itu, ada 196 pasien yang meninggal, yakni 9 di Kabupaten Malang, 1 Kota Batu, 110 di Surabaya, 30 di Sidoarjo, 7 di Gresik, 1 Bangkalan, 10 di Lamongan, 6 di Kabupaten Kediri, 2 di Magetan, 2 Pamekasan, 5 Bojonegoro, 4 Lumajang, 1 Kota Pasuruan, 1 Banyuwangi, 1 Jember, 3 Kabupaten Blitar, 1 Jombang dan 2 Tuban. (tok/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar