Pendidikan & Kesehatan

Menkes Apresiasi GEBRAK Covid-19 oleh Guru Besar FK Unair

Surabaya (beritajatim.com) – Menteri Kesehatan Republik Indonesia  Budi Gunadi Sadikin mengapresiasi Rekomendasi Guru Besar FK Unair untuk Penanggulangan Covid-19.

Rekomendasi yang  tertuang dalam  GEBRAK (Gerakan Aksi Bersama Serentak Tanggulangi Covid-19) ini disampaikan hari ini, Jumat 30 Juli 2021 di Aula Fakultas Kedokteran Unair dan diikuti 750  peserta melalui zoom.

“Para guru besar dan dokter di FK Unair maupun RS Pendidikan RSUD dr Soetomo dan RSUA kami harapkan juga dapat memberi masukan pada pemerintah tentang terapi terbaik bagi Covid-19. Karena pengalaman menangani kasus Covid-19 dalam jumlah besar pasti akan menghasilkan temuan yang bermanfaat untuk terapi penderita,” ungkap Menteri Kesehatan.

Sementara, Gubernur Jawa Timur yang juga memberi sambutan, menyebut Gebrak Covid-19 ini seperti suntikan energi bagi propinsi Jawa Timur. “Terima kasih kepada Fakultas Kedokteran Unair, RSUD dr Soetomo dan RSUA yang selama ini telah banyak mendukung upaya pemerintah Jawa Timur untuk penanggulangan Covid 19,” ungkap Khofifah.

Rekomendasi  disusun oleh 56 orang guru besar baik yang masih aktif maupun yang sudah purna tugas.  Hasil rapat pleno kemudian dirumuskan oleh tim perumus. Antara lain , Prof Dr.dr. Budi Santoso,Sp.OG (K), Prof Dr. dr.Hendy Hendarto, SP.og (K), Prof DR.dr.David Sontani Perdanakusuma, Sp.BP-RE(K), Prof  dr. Djoko Santoso,Ph.D., Sp.PD.K-GH.FINASIM, Prof Dr. dr. Cita Rosita Sigit Prakoeeswa, Sp.KK(K) FINSDV. Juga dua direktur rumah sakit pendidikan di Surabaya, Prof. Dr. Nasronudin,Sp.PD.,KPTI-FINASIM selaku Dirut Rs Universitas Airlangga  dan Dr.dr.Joni Wahyuadi Sp.BS(K) selaku Direktur Utama RSUD DR. Soetomo Surabaya.

Dekan FK Unair, Prof Dr.dr. Budi Santoso,Sp.OG menuturkan, rekomendasi ini lahir dari kekhawatiran guru besar FK Unair mengenai situasi pandemi saat ini yang semakin mengkhawatirkan baik di tingkat masyarakat hingga fasilitas pelayanan kesehatan.

“Angka pasien positif terus naik tapi fasilitas terbatas. Untuk bisa mendapatkan perawatan saja,  harus antri karena hampir semua rumah sakit penuh. Kondisi ini memicu tingginya angka kematian karena paparan Covid-19,” paparnya dalam  peluncuran rekomendasi Gebrak Covid-19.

Selain itu, angka kematian tenaga kesehatan di Jawa Timur yang menempati posisi tertinggi di Indonesia juga mendorong para guru besar untuk menggebrak situasi pandemi ini.
Adapun rekomendasi ini bersifat komprehensif serta diharapkan berupa gerakan bersama dan serentak. Bukan hanya untuk pemerintah dan RS,  tapi juga diperuntukkan untuk kalangan umum dalam artinya masyarakat.

Perhatian penting juga ditekankan kepada stakeholder selaku pengatur kebijakan, rumah sakit sebagai instansi pelayanan kesehatan  serta universitas sebagai ranah yang diatur oleh pemerintah. (ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar