Pendidikan & Kesehatan

Melihat Riwayat Masjid Tertua Warisan Syeikh Maulana Malik Ibrahim

Masjid tertua di Pulau Jawa Syeikh Maulana Malik Ibrahim di Desa Leran, Kecamatan Manyar, Gresik

Gresik (beritajatim.com) – Gresik menyimpan beragam jejak sejarah Islam. Salah satunya Masjid Pasucinan peninggalan Syeikh Maulana Malik Ibrahim yang berada di Desa Leran, Kecamatan Manyar, Gresik.

Konon bangunan masjid ini merupakan masjid tertua di Pulau Jawa. Selain menjadi media dakwah islam, masjid yang berdiri pada masa Kerajaan Majapahit, juga menjadi lembaga pendidikan warga sekitar.

Masjid bersejarah ini menjadi tonggak sejarah penyebaran agama islam di Pulau Jawa. Dibangun sejak hadirnya Syeikh Maulana Malik Ibrahim pada tahun 1404 masehi.

Meski berulangkali mengalami perbaikan. Tapi, takmir masjid setempat masih mempertahankan sejumlah jejak sejarah. Di antaranya kolam wudlu, tonggak batu tambatan perahu, cungkup, dan mimbar masjid.

Ketua Takmir Masjid Syeikh Maulana Malik Ibrahim Mushollin menuturkan, nama Pesucinan berasal dari kolam wudlu di dalam masjid dengan ukuran 2×2 meter yang sampai sekarang terjaga kelestariannya.

“Jejak sejarahnya masih tersimpan rapi dan terus dijaga kelestariannya,” tuturnya, Selasa (27/04/2021).

Menurutnya, selain untuk berwudlu, kolam tersebut juga sebagai sarana menyucikan diri. Bagi warga yang masuk Islam di masa kerajaan Majapahit. Sehingga, masyarakat sekitar menyebutnya Masjid Pesucinan.

“Masjid ini termasuk peninggalan Syeikh Maulana Malik Ibrahim. Ada beberapa peninggalan sejarah lainnya misalnya bedug masjid. Tetapi telah dipindahkan ke musium Sunan Giri,” ujarnya. [dny/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar