Pendidikan & Kesehatan

Masuk SMP, Anak Nakes Pejuang Covid-19 Lewat Jalur Bebas Hambatan

Kabid Pembinaan SMP Dindik Ponorogo, Soiran(foto/dok.beritajatim.com)

Ponorogo (beritajatim.com) – Di masa pandemi Covid-19, tenaga kesehatan (nakes) menjadi garda terdepan penanganan virus asal Wuhan Tiongkok itu. Merekalah yang berjibaku dan sangat berpotensi terpapar. Bahkan sudah banyak nakes yang berguguran karena virus corona tersebut.

Sebagai salah satu bentuk apresiasi atas perjuangan para nakes, pemerintah kembali memprioritaskan anak nakes dalam pendaftaran peserta didik baru (PPDB) tahun ini. Data dari Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo, masuk SMP ada kuota 7 persen untuk anak nakes yang berjuang menangani Covid-19.

“Jadi dari kuota jalur afirmasi 15 persen, sebanyak 7 persen untuk anak nakes,” kata Kabid Pembinaan SMP Dindik Ponorogo, Soiran, Kamis (17/6/2021).

Dengan PPDB jalur nakes yang menangani Covid-19 ini, anak nakes bisa melenggang mulus daftar di sekolah yang dituju. Dengan catatan, kuota 7 persen itu belum penuh. “Anak nakes bisa masuk ke SMP yang diinginkam, selama kuota 7 persen itu masih tersedia,” katanya.

Soeran menceritakan jika kuota untuk anak nakes tahun ini meningkat daripada PPDB tahun lalu. Pada tahun 2020, awal-awal pandemi, kebijakan yang diberikan pemerintah untuk anak nakes ini hanya 5 persen saja. Kemudian tahun ajaran selanjutnya meningkat menjadi 7 persen.

Syarat yang harus dipenuhi oleh anak nakes yang mendaftar dengan jalur ini, harus melampirkan surat keterangan dari satgas Covid-19 tingkat kabupaten bahwa orangtuanya benar-benar nakes yang menangani Covid-19.

“Syaratnya ya ada surat keterangan dari Satgas Covid-19 kabupaten bahwa nakes tersebut menangani Covid-19 di bumi reyog,” tambahnya.

Untuk diketahui, PPDB tingkat SMP sudah dimulai sejak tanggal 16 Juni 2021. Ada 3 jalur untuk mendaftar. Yakni jalur prestasi (30 persen), jalur afirmasi dan perpindahan orangtua (persen) dan jalur zonasi sebanyak 50 persen. (end/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar