Pendidikan & Kesehatan

Mahasiswa Untag Surabaya Teliti Kedudukan AI pada Sistem Peradilan Pidana di Indonesia

Raul Julito Safarrel Gamawanto didampingi dosen pembimbingnya Wiwik Afifah, S.Pi., S.H., M.H.
Raul Julito Safarrel Gamawanto didampingi dosen pembimbingnya Wiwik Afifah, S.Pi., S.H., M.H.

Surabaya (beritajatim.com) – Mahasiswa Untag Surabaya Raul Julito Safarrel Gamawanto meneliti kedudukan Artificial Intelligence (AI) jika diterapkan pada sistem hukum pidana di Indonesia.

Raul mengatakan bahwa berdasarkan hasil penelitian yang dilakukannya, kecanggihan teknologi AI memang sangat berpotensi dalam meningkatkan efisiensi proses persidangan di Indonesia.

“AI meningkatkan efisiensi proses persidangan terutama bidang administrasi, membantu panitera, sekretaris dalam pengumpulan data yang dibutuhkan,” ujar Raul, Rabu (16/8/2023).

Baca Juga: Tinjau Ulang RTRW Kota Surabaya, Pemkot Sebut Sudah Sesuai Aturan

Kendati demikian, di Indonesia kecanggihan AI dalam ranah hukum perlu dibatasi. Sebab, tugas pengacara, hakim hingga jaksa tak serta merta bisa digantikan oleh AI, karena berkaitan dengan nilai kemanusiaan.

Artinya, di Indonesia AI tidak dapat membuat sebuah keputusan. Itu berbeda dengan sejumlah negara lain seperti China dan Amerika. Di sana AI tengah dikembangkan menjadi pengganti seorang pengacara.

“Hal tersebut artinya AI dikembangkan menjadi subjek hukum. Sementara di Indonesia, semestinya penggunaan AI dibatasi sebagai pendamping yang fungsinya adalah membatu,” jelas Raul.

Dalam sistem hukum pidana di Indonesia, kata Raul, AI memiliki kedudukan sebagai objek hukum. AI tak memiliki tanggung jawab hukum atas tindakan dari hasil pemakaiannya.

Baca Juga: Bedah Dapil, PAN Optimis Setiap Dapil di Malang Raya Dapat 1 Kursi

“Pasal 1 ayat 8 UU ITE menerangkan bahwa AI merupakan teknologi yang diselenggarakan oleh orang, sehingga tanggung jawab pidana ada pada orang yang menggunakan AI,” jelasnya.

Meski begitu, Raul berharap AI dapat dikembangkan untuk mewujudkan keadilan. Dengan kata lain, mewujudkan keadilan lewat AI. Negara, seyogyanya menangkap munculnya AI untuk melakukan inovasi di bidang hukum.

Raul merupakan mahasiswa Ilmu Hukum Fakultas Hukum Untag Surabaya. Penelitiannya ini adalah tugas akhir skripsi berjudul ‘Kedudukan Teknologi Artificial Intelligence pada Sistem Peradilan Pidana di Indonesia’. [ipl/ian]


Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks



Apa Reaksi Anda?

Komentar