Pendidikan & Kesehatan

Level 4, Bupati Magetan Pastikan Guru Kunjungi Siswa Saat PJJ

Suprawoto Bupati Magetan

Magetan (beritajatim.com) – Bupati Magetan Suprawoto pastikan dalam pembelajaran jarak jauh di Magetan, guru masih tetap berkunjung ke rumah siswa. Meski sudah sempat seminggu ikut pembelajaran tatap muka, kondisi Magetan masih belum memungkinkan untuk melakukan melanjutkan PTM karena masuk assessment level 4 pada perpanjangan PPKM pada 30 Agustus 2021 dan berlanjut pada sepekan ke depan.

Meski begitu, Kang Woto, sapaan lekat Bupati Suprawoto, juga mengharap orang tua dan masyarakat tetap tenang. Kunjungan rumah oleh guru tak akan membahayakan. Toh, orang tua juga bisa turut memantau pembelajaran anak berikut dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

‘’Kami pastika guru juga tak terus menggunakan media pembelajaran daring. Ada pembelajaran luring yakni dengan mengunjungi siswa di rumah mereka masing – masing. Bisa belajar kelompok dengan jumlah yang dibatasi, toh waktu kunjungnya juga tidak terlalu lama,’’ ungkap Kang Woto.

Selain itu, pembelajaran luring dengan kunjung rumah tersebut bakal memberikan semangat pada anak – anak. Agar mereka tidak bosan belajar meski harus tetap belajar dari rumah sementara ini. Kang Woto mengungkapkan kalau kunjungan rumah sudah dilakukan sejak tahun kemarin. Dan tetap bisa dilanjutkan selama kawasan tempat siswa yang hendak dikunjungi tidak dalam kondisi zona merah.

Pun, dengan kondisi yang sekarang ini Kang Woto optimis jika pemberian materi belajar dengan kunjungan rumah khususnya untuk SD/SMP akan tetap menjaga mutu pendidikan. Dia tak memungkiri jika kualitas pendidikan pasti akan turun dengan pembelajaran yang didominasi daring. Namun, bertemunya siswa dengan guru secara langsung tetap akan memberikan pendidikan yang lebih dari sekadar memberikan materi pada siswa.

‘’Kami harap kondisi memang segera membaik. Dan kami berjanji, meski kondisi seperti ini kami tetap berpihak pada orang tua yang tentu mengharapkan anaknya tetap bisa belajar di sekolah seperti sedia kala. Sehingga, anak  – anak tetap mendapatkan pendidikan bukan hanya mengerjakan tugas, tapi lebih pada esensi pendidikan yang tentunya hanya bisa dilakukan oleh guru di sekolah,’’ terang Kang Woto. (fiq/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar