Blitar (beritajatim.com) – Sebanyak enam warga Kabupaten Blitar terserang penyakit difteri. Bahkan salah satu warga yang terserang difteri tersebut adalah seorang anak berusia 5 tahun.
Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar mengungkapkan jumlah tersebut tercatat sejak Januari hingga Maret 2023 ini. Enam orang yang terserang difteri ini sebagian di antaranya sudah dinyatakan sembuh.
Kurang lengkapnya imunisasi pada waktu kecil menjadi penyebab enam orang warga Kabupaten Blitar ini terjangkit penyakit difteri. Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar pun kini masih melakukan penyelidikan terkait riwayat imunisasi dari ke 6 orang tersebut.
“Difteri itu biasanya terkait dengan status imunisasi, kalau imunisasinya lengkap kemungkinan terkena difteri itu kecil. Jadi kemungkinan kebanyakan yang terkena difteri ini status imunisasinya bolong-bolong atau belum lengkap,” kata Subko Surveilans dan Imunisasi Dinkes Kabupaten Blitar, Endro Pramono, Sabtu (8/4/2023).
Penyakit difteri merupakan infeksi bakteri yang terjadi pada hidung dan tenggorokan. Meski tidak selalu menimbulkan gejala, penyakit ini biasanya ditandai oleh munculnya selaput abu-abu yang melapisi tenggorokan dan amandel.
Baca Juga:
Sehari Rata-rata 5 Anak di Blitar Ajukan Dispensasi Nikah
Difteri juga tergolong penyakit menular berbahaya dan berisiko mengancam jiwa. Jika tidak ditangani, bakteri penyebab difteri dapat mengeluarkan racun yang merusak jantung, ginjal, atau otak. Sehingga perlu dilakukan perawatan medis agar penyakit ini bisa segera disembuhkan.
Penyakit difteri ini bisa dicegah dengan imunisasi lengkap. Di Indonesia sendiri penyuntikan imunisasi difteri biasa disebut dengan imunisasi DPT.
Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar menduga warga yang terjangkit difteri ini, tidak menjalani penyuntikan imunisasi lengkap. Keenam orang yang terjangkit penyakit difteri ini juga diambil sampelnya untuk dilakukan uji laboratorium.
“Jadi memang dari uji labnya tiga itu negatif tapi lab itu kan kadang ada berbagai faktor ya yang mempengaruhi karena memang uji lab difteri ini sulit terkadang juga uji lab difteri ini untuk mengetahui keganasan dari penyakit ini tapi kalau secara klinis memang ya ada enam itu yang bergejala,” paparnya.
Baca Juga:
Bocah 11 Tahun Selamat dari Kecelakaan Jalur Blitar-Malang
Hasil uji lab sementara menunjukkan bahwa 3 orang dinyatakan negatif sisanya masih menunggu. Meski demikian dinas Kesehatan Kabupaten Blitar menjelaskan bahwa secara klinis enam orang tersebut memiliki gejala yang sama seperti difteri.
Saat ini Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar juga masih menunggu hasil uji lab mengenai keganasan dari penyakit difteri yang menyerang enam orang warga. Nantinya bila hasil lab sudah keluar dan hasilnya termasuk kategori yang ganas.
Maka dinas kesehatan kabupaten Blitar akan melakukan penyuntikan vaksin difteri dikombinasikan dengan pertusis (batuk rejan) dan tetanus, atau disebut juga dengan imunisasi DPT kepada anak-anak maupun balita yang berada di sekitar lokasi pasien difteri. Langkah ini dilakukan karena difteri merupakan salah satu penyakit menular, di mana tingkat penularannya cukup cepat.
“Nanti kalau ketahuan kategorinya ganas maka kita akan melakukan ORI atau penyuntikan vaksin bagi warga sekitar termasuk dan yang utama adalah anak-anak dan balita,” pungkasnya. [owi/beq]






