Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Dugaan Malapraktik di RSMH Gedangan, Kadinkes Tunggu Laporan IDI dan POGI

Sidoarjo (beritajatim.com) – Kasus dugaan malapraktik yang dilakukan oleh EY dokter spesialis kandungan di RSMH Gedangan, masih proses pendalaman pihak berwenang. Dugaan malapraktik ini mengakibatkan putri pasangan Aditya Indra Putra Mualim dan Salsabilla Arrisya Putri, meninggal dalam kandungan jelang usia kehamilan 9 bulan.

Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo drg. Syaf Satriawarman mengatakan, saat ini proses pendalaman kasus dugaan malapraktik yang dilaporkan oleh Kepala Desa Semampir Luqman Mualim, telah ditangani oleh IDI dan POGI.

Syaf menegaskan akan tetap menunggu laporan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perkumpulan Obstetri Ginekologi Indonesia (POGI) dalam tangani kasus dugaan malapraktik rumah sakit MH. “Saya masih menunggu hasilnya,” katanya Selasa (8/3/2022).

Nantinya, lanjut Syaf, laporan yang masuk berupa penilaian itu akan diputuskan oleh Dinkes Sidoarjo bersama IDI, apakah berupa sanksi organisasi atau sanksi teguran.

“Setelah dinilai apabila ada kesalahan dari dokternya, maka kita akan menegur Direktur RS-nya langsung. Karena yang bertanggung jawab secara keseluruhan rumah sakit tersebut ya Direkturnya,” tegasnya.

Pihak Dinas Kesehatan menargetkan minggu ini laporan bisa masuk agar prosesnya tidak berlarut-larut. “Saya minta minggu ini harus ada laporan yang masuk ke Dinkes Sidoarjo dan kita akan menelusuri lebih kanjut,” janjinya.

Syaf juga menyatakan jika selama ini pihak korban secara resmi belum memberikan surat aduannya kepada Dinas Kesehatan Sidoarjo.

Tidak hanya itu, ia mengingatkan kepada seluruh tenaga medis dan dokter di Sidoarjo untuk selalu tuntas menangani pasien. Syaf tidak ingin kasus seperti ini kembali terulang kedepannya.

“Prinsipnya, semua dokter harus berpegang teguh kepada penyelesaian pasien yang dipegangnya mulai awal. Kalau memang tidak bisa, maka harus dirujuk ke spesialise lain. Kalau ada pasien yang memaksa memindahkan dirinya maka si dokter sudah lepas tanggung jawab karena permintaan pasien yang bersangkutan seperti itu,” tutupnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Luqman Mualim Kades Semampir Kec. Sedati, melaporkan kasus meninggalnya cucu pertamanya dalam kandungan saat dalam penanganan jelang melahirkan di RSMH Gedangan.

Rabu (23/2/2022) dini hari, Salsabila diantar oleh Aditya Indra Putra Mualim, suaminya. Sampai pada Kamis (24/2/2022) sekitar pukul 18.00 WIB, perawat memeriksa kondisi menantunya dan juga kandungannya.

Dokter EY yang menanganinya sejak pasien mulai hamil hingga usia kandungan kurang 7 hari genap 9 bulan itu, tidak segera menangani proses kelahiran. Ketepatan hari itu, pihak dokter pulang kampung karena kedukaan, tanpa mendelegasikan penanganan pasien.

Pasien yang sudah kontraksi, diberi obat penahan kontraksi oleh rumah sakit dan tidak segera dilakukan operasi caesar. Pihak keluarga karena pada hari kedua itu, di periksa detak jantung bayi yg ada di kandungan sudah tidak ada. [isa/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar